Sabtu 04 May 2019 22:10 WIB

KRPL Minimalisasi Pengeluaran Belanja Pangan

Program KRPL sangat bermanfaat dan diminati masyarakat.

Red: EH Ismail
KRPL Kementan
Foto: Humas Kementan
KRPL Kementan

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG —Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian telah mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang hingga kini  tersebar di 20.000 desa di 34 provinsi. Tujuannya untuk memantapkan ketahanan pangan keluarga.

Sejak berjalan padan 2010, pengembangan KRPL bermanfaat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan, mengembangkan pangan lokal, memperbaiki gizi keluarga dan meningkatkan pendapatan. Salah satu KRPL dengan konsep perkotaan yang dikembangkan di Kabupaten Belitung, adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Pinang Harapan di desa Paal Satu, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. 

Aneka tanaman yang diusahakan adalah cabai, tomat, terong,  seledri, jahe,juga memelihara ayam. Kepala BKP Agung Hendriadi yang mengunjungi lokasi tersebut, Sabtu (4/5), mengatakan, program KRPL sangat bermanfaat dan diminati masyarakat.

“KRPL ini selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, juga menghasilkan pendapatan tambahan untuk keluarga, dengan penjualan kelebihan produksi sayur atau hasil ternak serta penghematan pengeluaran karena anggota KWT tidak perlu belanja harian lagi," jelas Agung. 

Agung juga berpesan agar KRPL dikelola serius dan jangan dijadikan pekerjaan sambilan, terutama budidaya dan bisnisnya. “Untuk mendukung sisi bisnis,  KRPL ini akan dihubungkan dengan Toko Tani Indonesian (TTI) sebagai outlet penjualan sayur, buah dan hasil ternak dari KWT, serta hotel dan restoran.” Urai Agung

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Eflian, mengatakan akan terus meningkatkan kemampuan budidaya dari para anggota, serta menambahkan pelatihan pasca panen untuk mendukung sisi bisnis kelompok. Melihat potensi yang ada, pihaknya siap dan akan terus mengembangkan KRPL di lokasi-lokasi lainnya. 

Ketua KWT ibu Ida Nopianti yang mendampingi Agung mengatakan Dengan KRPL yang ada, anggota mampu menghemat belanja pangan untuk rumah tangga sekitar Rp 750 ribu setiap bulannya per anggota. Jika dihitung 30 anggota, maka bisa menghemat belanja sebesar Rp 22,5 juta.

Melihat perkembangan yabg cukup pesat, KRPL ini juga akan memasok sayuran ke hotel dan restoran. "Saya mengapresiasi apa yang dikembangkan KWT ini. Saya harap anggota KWT terus bertambah dan tanaman diperbanyak lagi, sehingga KRPL ini dapat berkembang pesat," pesan Agung.  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement