Jumat 26 Apr 2019 15:44 WIB

Kredit Mikro Bank BJB Tumbuh 11 Persen

Rasio kredit bermasalah Bank BJB terjaga di level 1,68 persen.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang melaksanakan tugas Direktur Utama Bank BJB Agus Mulyana menunjukkan piagam penghargaan korporasi Merah Putih dalam ajang Anugerah Indonesia Maju 2018-2019 di Ballroom Pullman Hotel, Jakarta, Senin (8/4).
Foto: Istimewa
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang melaksanakan tugas Direktur Utama Bank BJB Agus Mulyana menunjukkan piagam penghargaan korporasi Merah Putih dalam ajang Anugerah Indonesia Maju 2018-2019 di Ballroom Pullman Hotel, Jakarta, Senin (8/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank BJB mencatatkan kenaikan penyaluran kredit mikro yang berhasil tumbuh 11,1 persen atau mencapai Rp 5,5 triliun pada kuartal I 2019. Dalam perannya selaku bank pembangunan, Bank BJB terus mendukung program-program Pemerintah termasuk mendorong pembiayaan UMKM. 

Sebagaimana diketahui, perekonomian di Provinsi Jawa Barat ditopang salah satunya oleh meningkatnya sektor UMKM.

Baca Juga

Peningkatan pertumbuhan kredit di sektor UMKM berhasil dilakukan melalui beberapa strategi yaitu diantaranya program One Village One Company (OVOC) dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ini termasuk meningkatkan akses perbankan di masyarakat pedesaan melalui sejumlah program. Seperti layanan Laku Pandai, program kemitraan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat, memperkuat sinergi melalui kerjasama dengan BPR dan Lembaga Keuangan Mikro.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang melaksanakan tugas Direktur Utama, Agus Mulyana menyampaikan total kredit yang berhasil disalurkan Bank BJB tercatat Rp 75,8 triliun atau tumbuh sebesar 6,2 persen. Kualitas kredit terjaga dengan dengan rasio kredit bermasalah (NPL) pada di level 1,68 persen, lebih baik dibandingkan rasio NPL rata-rata industri perbankan yang sebesar 2,59 persen. 

Selain sektor UMKM, Bank BJB juga mendukung pembangunan ekonomi di daerah maupun nasional melalui pembiayaan kepada sektor infrastruktur. Bank BJB memprioritaskan proyek-proyek berskala nasional seperti pembangunan jalan tol, proyek pembangunan pelabuhan baru, proyek penyediaan air minum dan proyek pembangunan bendungan serta jaringan irigasi yang berada di wilayah Jawa Barat dan Banten. 

Untuk mengakselerasi hal tersebut, Bank BJB berkolaborasi dengan BUMD lain di wilayah Jawa Barat dan Banten agar program-program Pemerintah dapat segera direalisasikan. Dari sisi penghimpunan dana, Bank BJB berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 90,2 triliun yang didorong dari pertumbuhan tabungan sebesar 8,8 persen. Sehingga rasio dana murah (CASA) naik dari 46,3 persen menjadi sebesar 48,8 persen. 

"Pada kuartal I 2019 ini Bank BJB mencatatkan laba bersih sebesar Rp 421 miliar dengan total aset sebesar Rp 117,7 triliun," kata Agus saat mengumumkan kinerja keuangan Perseroan Triwulan I 2019 di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jumat (26/4).

Lebih lanjut Agus mengungkapkan Bank BJB bertekad untuk selalu meningkatkan dan mempertahankan kinerja perseroan. Perseroan juga akan selalu siap untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan turut membangun perekonomian daerah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement