Senin 08 Apr 2019 22:29 WIB

JK Terima Menlu Korsel Bahas Peningkatan Perdagangan

Indonesia dan Korea Selatan bersepakat untuk meningkatkan kemitraan kedua negara

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani
Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung Wha di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (8/4).
Foto: dok. Setwapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung Wha di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung Wha, Senin (8/4). Dalam kunjungannya tersebut, Indonesia dan Korea Selatan bersepakat untuk meningkatkan kemitraan kedua negara, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan, kedua negara menargetkan nilai investasi mencapai 30 miliar dollar hingga 2022. Nilai tersebut meningkat dari  kerjasama bidang perdagangan Indonesia-Korea Selatan yang saat ini tercatat 20 miliar dollar.

"Perdagangan bilateral kita tahun lalu meningkat signifikan, 15 persen dan mencapai 20 miliar US dolar dan kita sepakat 2022 memiliki target perdagangan bilateral sekitar 30 miliar US dolar," ujar Retno di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (8/4).

Saat ini, Retno mengatakan dari aspek investasi, Korea Selatan juga merupakan nomor enam dari investor luar negeri yang ada di Indonesia. Retno mengatakan, pertemuan juga bagian implementasi hubungan special strategic partnership antara Indonesia-Korea Selatan. Ia mengatakan, pertemuan juga untuk mengimplementasikan sebenarnya apa yang berada di dalam special strategic partnership tersebut.

"Kita sepakat untuk membuat plan of action dan kita akan negosiasikan maksimal selama enam bulan ke depan," ujar Retno.

Selain itu, Retno mengatakan pertemuan juga membahas kerjasama di bidang pendidikan, ekonomi kreatif dan kerjasama perusahaan industri hiburan di Korea.

"Karena Korea Selatan cukup memiliki kapasitas juga, pengalaman dalam mengembangkan di bidang entertainment companies yang kita akan kerja sama," kata Retno.

Selain itu, Retno menyebut peryemuan juga membahas kerjasama di bidang ketenagakerjaan dengan sepakat membuat nota kesepahaman perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Jumlah WNI kita yang bekerja di Korsel jumlahnya sekitar 36 ribu, Oleh karena itu kita sepakat membuat satu MoU yang dapat memberikan perlindungan maksimal kepada tenaga kerja kita di Korea Selatan," Retno.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement