Jumat 05 Apr 2019 12:45 WIB

Stabilkan Harga Bawang, Operasi Pasar Digelar di Dua Kota

Dalam operasi pasar, pemerintah siapkan tujuh ton bawang per hari.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda
Pedagang bawang menyiapkan dagangannya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (1/4/2019).
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Pedagang bawang menyiapkan dagangannya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (1/4/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar operasi pasar (OP) bawang merah dan bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (5/4). Langkah tersebut dilakukan guna menstabilkan harga bawang putih dan merah di pasaran, diketahui dalam beberapa waktu terakhir harga kedua komoditas tersebut merangkak naik.

Mengacu data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga bawang putih berada di kisaran Rp 33.900-Rp 53.350 per kilogram. Sementara, harga rata-rata komoditas tersebut secara nasional berada di harga Rp 36.750 per kilogram. Sedangkan harga bawang merah mulai melonjak tinggi dalam beberapa hari terakhir di kisaran harga Rp 35.550-Rp 47.850 per kilogram. Kisaran harga rata-rata bawang merah menyentuh Rp 36.750 di level penjual akhir.

Baca Juga

Dalam OP yang dilaksanakan itu, pemerintah menyediakan stok kedua komoditas masing-masing sebanyak tujuh ton per hari dari pasokan stok sebanyak 90 ribu ton untuk April ini. Adapun stok bawang putih berasal dari importir sementara bawang merah murni berasal dari petani lokal di sejumlah wilayah antara lain Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain dilaksanakan di Jakarta, rencananya OP juga akan digelar di Surabaya pada tanggal 8-9 April ini. Kepala Sub Direktorat Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Wiwi Sutiwi mengatakan, melonjaknya kedua komoditas tersebut memiliki faktor yang berbeda.

“Kalau bawang putih karena kita belum mampu swasembada sehingga mengandalkan impor, sedangkan bawang merah itu tergantung bagaimana cuaca dan jadwal tanam oleh petani kita,” kata Wiwi kepada Republika, di Jakarta, Jumat (5/4).

Dia menjabarkan, dengan OP yang dilakukan, pedagang bisa mendapatkan harga yang relatif lebih murah dibanding dengan harga di tingkat bandar. Untuk bawang putih harga pada OP kali ini dipatok sebesar Rp 18 ribu per kilogram dan Rp 20 ribu per kilogram untuk bawang merah. Terkait lebih tingginya harga bawang merah dibanding bawang putih, pihaknya mengaku hal itu tergantung bagaimana tingkat produksi di tingkat petani.

Menurutnya dalam kurun waktu beberapa waktu belakangan ini, masa tanam bawang merah oleh petani agak sedikit mundur sehingga pasokan sedikit berkurang. Kendati demikian pihaknya menegaskan, pemerintah sudah mengantisipasi pasokan bawang merah dengan mengambil stok di sentra-sentra baru seperti Probolinggo dan Lombok Timur.

“Kalau yang di Brebes, itu mereka jadwal tanamnya agak mundur. Jadi kita cari sentra lain supaya pasokan tersedia,” katanya.

Sementara, seiring belum keluarnya izin impor bawang putih sebesar 100 ribu ton oleh pemerintah jelang Ramadhan, pihaknya enggan bersuara terkait data pasokan bawang putih yang tersedia di tingkat domestik. Dia hanya menegaskan, bawang putih yang tersedia dalam OP kali ini merupakan pasokan stok yang dimiliki importir.

Sementara itu Kepala Seksi Pemasaran dan Promosi Kementan Junika Megawati menjelaskan, dua komoditas yang disediakan dalam OP kali ini menyasar pedagang guna menjaga stabilitas harga kepada konsumen. Adapun persyaratan pembelian bawang putih dan bawang merah dalam OP kali ini, kata Junika, pembeli hanya perlu menyertakan nama lengkap, nomor telepon, hingga alamat toko pedagang tersebut.

“Jadi kita data dulu, biar jelas yang beli ini betul-betul pedagang,” katanya.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, sejumlah pedagang pengecer mengaku membeli kedua komoditas tersebut dikarenakan harga yang relatif murah dibanding harga biasa di tingkat agen. Salah satu pedagang sayur asal Pasar Minggu, Sutomo (50), mengakui adanya kenaikan harga bawang putih dalam kurun waktu sebulan terakhir ini. Menurutnya, harga bawang putih yang dibeli di tingkat agen berkisar Rp 24 ribu-Rp 25 ribu per kilogram.

“Harganya tinggi, jadi (saya) bingung juga jual ecerannya berapa ke pembeli,” kata Sutomo.

Menurutnya, menjelang bulan Ramadhan, harga bawang putih kerap tinggi. Tahun lalu, harga bawang putih menyentuh Rp 26 ribu per kilogram di tingkat agen. Kenaikan itu dinilai sangat tinggi dengan rata-rata harga ideal yang dibeli pedagang berkisar Rp 16 ribu hingga Rp 19 ribu per kilogram.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement