Rabu 27 Feb 2019 17:28 WIB

Askrindo Syariah Cetak Laba Bersih 2018 Rp 14 Miliar

Pada tahun ini, Askrindo Syariah menargetkan perolehan laba bersih Rp 40 miliar.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Karyawan melayani nasabah di Kantor Askrindo Syariah, Jakarta. ilustrasi
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan melayani nasabah di Kantor Askrindo Syariah, Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepanjang 2018 PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 14 miliar. Perolehan laba bersih tahun lalu ini tumbuh 88 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 6 miliar.

Pencapaian kinerja keuangan pada 2018 ini didorong Imbal Jasa Kafalah (IJK) sebesar Rp 225 miliar atau naik 29,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 176 miliar. Direktur Pemasaran Askrindo Syariah Supardi Najamuddin mengatakan perusahaan terus memfokuskan strategi implementatif dengan memaksimalkan potensi pasar penjaminan syariah di Tanah Air.

Baca Juga

“Askrindo Syariah akan fokus pada penjaminan syariah segmen konsumtif sejalan dengan arah perkembangan bisnis perbankan syariah, sedangkan untuk sektor produktif akan tetap disasar secara selektif untuk tetap menjadi prudent underwriting,” ujarnya ketika dihubungi Republika, Rabu (27/2).

Menurutnya, pembiayaan yang paling diminati dan memiliki risiko rendah yakni pembiayaan berbasis payroll atau potong gaji. Hal ini tercermin dari pertumbuhan jumlah penjaminan (Kafalah) tahun lalu sebesar 11 triliun.

“Tahun ini harapannya naik 50 persen,” ungkapnya.

Sementara Direktur Keuangan & SDM Askrindo Syariah Subagio Istiarno menambahkan kinerja tahun lalu cukup baik dari sisi laba bersih dan premi IJK yang melebihi target sebesar 126 persen. Pada tahun ini, perusahaan menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 40 miliar.

“Target tahun ini laba bersih 40 miliar atau dua atau naik tiga kali lipat dari perolehan tahun lalu. Tahun lalu target laba tumbuh 88 persen dari target 15,87 miliar dan premi IJK naik di atas 60 persen,” ujarnya kepada Republika.

Di sisi lain, dia menjelaskan perusahaan akan menambah modal sebesar Rp 150 miliar. Tak hanya itu, strategi perusahaan juga akan dikembangkan pada bisnis prioritas pembiayaan konsumtif dan surety atau kontra bank garansi.

“Kami membuka peluang-peluang baru seperti bisnis pembiayaan umrah, perumahan pendapatan recoveries (subrograsi) dan nisbah ditingkatkan secara lebih intensif kebijakan efisiensi biaya, peningkatan teknologi informasi, bisnis suretyship dengan Maasya (mobile application Askrindo Syariah),” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement