Selasa 19 Feb 2019 17:19 WIB

Operator Bandara Terbuka Terkait Penjualan Avtur

Untuk menjual avtur, perseroan hanya perlu mengurus izin ke operator bandara.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur pada salah satu pesawat komersial di Apron Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (12/6).
Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur pada salah satu pesawat komersial di Apron Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (12/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini, PT Pertamina (Persero) satu-satunya perusahaan yang menjual avtur atau bahan bakar pesawat di bandara. Meskipun begitu, sebagai salah satu operator bandara, PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) menegaskan tidak menutup kemungkinan jika ada Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) lain yang bisa menjual avtur di bandara.

“Kami terbuka untuk hal tersebut (jika ada BU BMM yang ingin menjual avtur di bandara) sepanjang bisa memenuhi syarat yang ada,” kata Sekretaris Perusahaan AP I Handy Heryudhitiawan kepada Republika.co.id, Selasa (19/2).

Baca Juga

Untuk menjual avtur di bandara, Handy menjelaskan BU BBM hanya perlu mengurus izin kepada operator bandara saja dan memunuhi syarat yang ada. Untuk hal tersebut, Handy menegaskan hanya perjanjian business to business (B2B) antara operator bandara dan BU BBM.

Handy menegaskan, yang paling penting, BU BBM tersebut perlu memenuhi syarat, salah satunya infrastruktur untuk menjangkau bandara yang dikelola AP I. “Karena kami memiliki 13 bandara hingga Biak, Ambon, dan Kupang maka layanan tersebut (avtur) juga harus disiapkan di sana,” ungkap Handy.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication AP II Yado Yarismano juga memastikan pada dasarnya juga terbuka jika terdapat BU BBM yang ingin menjual avtur di bandara. Terutama, perseroan yang ingin menjual avtur di bandara yang dikelola AP II.

Menurut Yado, hal tersebut tetap harus sesuai dengan perzinan yang ada. “Tentu (BU BBM yang ingin menjual avtur) dengan kami hanya terkait business to business-nya. Untuk izinnya ke regulator Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” jelas Yado.

Sebelumnya, Pertamina memastikan siap bersaing menjual avtur jika terdapat BU BBM lain ingin terjun di bisnis yang sama. “Ya, itu (adanya BU BBM lain yang ingin menjual avtur) tantangan, kami siap,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Senin (19/2).

Nicke memastikan secara regulasi, pada dasarnya diperbolehkan BU BBM lain menjual avtur di bandara. Hanya saja, menurut Nicke untuk menjual avtur di bandara, BU BBM harus memenuhi persyaratan yang perlu disiapkan, salah satunya infrastruktur. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement