Rabu 02 Jan 2019 13:05 WIB

Kenaikan Harga dan Tiket Pesawat Sumbang Inflasi Desember

Kenaikan harga tiket pesawat terutama di wilayah Indonesia bagian Timur.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda
Sejumlah pemudik pesawat tiba di Bandara Komersil Lanud Wiriadinata, Cibeurem, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Harga tiket pesawat memberikan andil terhadap inflasi Desember.
Foto: Antara/Adeng Bustomi
Sejumlah pemudik pesawat tiba di Bandara Komersil Lanud Wiriadinata, Cibeurem, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Harga tiket pesawat memberikan andil terhadap inflasi Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Desember 2018 sebesar 0,62 persen. Angka ini lebih rendah dbandingkan periode yang sama tahun 2017. Kepala BPS, Suhariyanto menjelaskan komponen yang mempengaruhi inflasi pada Desember ini adalah kenaikan harga bahan makanan dan kenaikan tiket transportasi udara.

"Inflasi bulan desember 2018, terbesar di bahan makanan, 1,45 persen. Lalu terbesar kedua transportasi sebesar 1,28 persen," ujar Suhariyanto di Kantor BPS, Rabu (2/1).

Kecuk menjelaskan bahan makanan memberi andil 0,29 persen terhadap inflasi bulan Desember. Kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam menjadi faktor utama meningkatkannya inflasi pada sektor ini.

"Memang dari awal kita perkirakan telur harganya meningkat. Lalu, harga ayam daging ras itu 0,07 persen. Ketiga, kenaikan harga bawang merah andilnya 0,05 persen. Lalu beras, harga beras kan naik, jadi memberikan andl 0,03 persen," ujar Kecuk.

Sedangkan untuk dari segi transportasi, kata Kecuk, memang memberikan andil inflasi pada bulan ini. Sebab, kenaikan harga tiket pesawat menjadi salah satu penyebab inflasi. 

"Jadi kalau bulan Ramadhan, Lebaran, dan akhir tahun ada kenaikan terutama Indonesia bagian Timur. Lalu, kedua, tarif kereta api tapi kenaikannya tidak sebesar udara, 0,03 persen andilnya. Lalu tarif angkutan kota stabil, andilnya 0,1 persen," ujar Kecuk.

Sedangkan dari penyebaran kota sendiri, kata Kecuk, dari 82 kota yang didata oleh BPS, hanya dua kota yang mengalami deflasi. Sisanya sebanyak 80 kota lainnya tercatat masih mengalami inflasi. 

"Kupang (inflasi) paling tinggi, 2,09 persen. Inflasi terbesar karena harga tiket dan harga ayam ras. Terendah di Aceh. Deflasi tertinggi di Sorong, sebesar 0,15 persen. Deflasi terendah di Kendari," ujar Kecuk.

Baca juga, BPS: Inflasi pada 2018 Capai 3,13 Persen

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement