Jumat 14 Dec 2018 16:50 WIB

Cina akan Investasi Rp 14,5 Triliun di Tanjung Lesung

Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata Nusantara selain Bal

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung.
Foto: Tanjung Lesung
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Perusahaan Cina berkomitmen menginvestasikan dananya sebesar satu miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,5 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar AS) di kawasan pariwisata Tanjung Lesung, Provinsi Banten. Komitmen tersebut dituangkan dalam dokumen LoI antara Direktur Utama Yunnan Ice Sea Invstment Group Wei Xiao Lin dan Direktur Utama Jababeka Budianto Liman dalam Forum Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Terkini 2018 di Beijing, Jumat (14/12).

Pertukaran dokumen LoI antar kedua perusahaan tersebut disaksikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun. Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata Nusantara selain Bali yang dikenal dengan "10 New BalI Destinations".

Hingga 2024, kesepuluh destinasi baru itu membutuhkan investasi sebesar 35 miliar dolar AS. "Investasi di sana terbagi menjadi dua, investasi pariwisata dan pendanaan pariwisata," kata Menpar.

Pemerintah Indonesia telah menginvestasikan dana senilai 12 miliar dolar AS. "Akan tetapi kami masih butuh suntikan investasi lagi senilai 23 miliar dolar AS dari sektor swasta. Investasi pariwisata dari sektor swasta diarahkan ke hotel, restoran, taman rekreasi, pelabuhan, dan fasilitas lainnya," ujarnya menambahkan.

Menpar menyebutkan bahwa selama periode 2013-2017, investasi di sektor pariwisata telah mencapai angka 5,47 miliar dolar AS, sekitar 4,23 miliar dolar AS bersumber dari investor asing. Investor asing di sektor pariwisata didominasi investasi dari Singapura sebesar 460 juta dolar AS dan Cina dengan 330 juta dolar AS.

Dalam kesempatan tersebut, Menpar juga mengatakan bahwa Cina telah memberikan kontribusi terbesar terhadap sektor pariwisata Nusantara dalam tiga tahun terakhir. Pada 2017 jumlah wisatawan Cina yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1,97 orang atau naik 35,7 persen dibandingkan tahun 2016.

Pada 2018, Kemenpar menargetkan 2,6 juta kunjungan wisatawan Cina. Namun selama periode Januari-Oktober 2018 baru tercapai 1,87 juta wisatawan asal Cina.

"Oleh sebab itu, kami masih berharap kunjungan wisatawan Cina lebih banyak lagi," kata Arief dalam acara yang dihadiri para pengusaha Indonesia dan Cina tersebut.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement