Selasa 27 Nov 2018 17:07 WIB

Malaysia dan Jepang Jalin Kerja Sama Industri Halal

Kerja sama ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk lebih membuka pasar.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Gita Amanda
Halal
Foto: dok. kemenag.go.id
Halal

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Malaysia dan Jepang telah menandatangani nota kerja sama halal untuk membuka jalan bagi peluang bisnis lebih lanjut di industri halal antara kedua negara. Perjanjian itu ditandatangani Senin (26/11), oleh Menteri Pengembangan Wirausaha Malaysia Datuk Seri Mohd Redzuan Yusof dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshige Seko.

Menteri Pengembangan Wirausaha Malaysia Datuk Seri Mohd Redzuan mengatakan kerja sama ini mengirim sinyal yang kuat pada keseriusan kedua negara dalam mewujudkan kolaborasi yang saling menguntungkan. Dia mengatakan ini juga menunjukkan komitmen kedua negara untuk lebih membuka pasar mereka satu sama lain terlepas dari meningkatnya sentimen proteksionisme di pasar global.

“Platform ini akan menjadi cara paling efektif untuk mempromosikan produk dan layanan halal Malaysia menggunakan struktur kemitraan government-to-government yang tepat," ujar Mohd Redzuan dalam pernyataan resminya, Selasa (27/11), dilansir Malay Mail.

Mohd Redzuan sedang melakukan kunjungan kerja tiga hari ke Jepang mulai Senin (26/11). Ia mengatakan industri halal global tumbuh pada tingkat yang luar biasa dari sekitar 2,3 triliun dolar AS pada tahun 2012 dan diperkirakan hampir tiga kali lipat menjadi 6,4 triliun dolar AS tahun ini.

 

"Selain itu, jumlah Muslim yang besar dan terus bertambah, yang saat ini merupakan sekitar 24,4 persen dari populasi dunia memastikan permintaan yang stabil untuk produk dan layanan halal," tambahnya.

Sebagai salah satu inisiatif utama di bawah memorandum tersebut, Malaysia akan menyelenggarakan Expo Halal dari 24-26 Januari 2019 di Kuala Lumpur. Pameran ini diharapkan akan diresmikan oleh Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement