Selasa 20 Nov 2018 23:40 WIB

Bulog Diminta Tingkatkan Serapan Beras

Serikat Petani juga berharap harga beli oleh Bulog lebih tinggi.

Pasokan beras di Gudang Bulog
Pasokan beras di Gudang Bulog

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Petani Indonesia (DPP SPI) Agus Ruli meminta Perum Bulog meningkatkan serapan beras. Menurutnya, serapan beras oleh Bulog saat ini belum maksimal. 

Agus mengungkapkan, salah satu minimnya penyerapan beras petani disebabkan harga pembelian gabah dari pemerintah melalui Bulog lebih rendah dibanding harga di lapangan. "Kita prediksi juga di akhir tahun ini atau awal tahun, akan kurang juga karena panen kita tidak maksimal," ungkap Agus, Selasa (20/11). 

Dia berharap Bulog bisa membeli beras petani dengan harga yang layak. Selain itu, menurutnya, petani harus diberikan insentif dan dukungan. 

Bulog juga harus menyiapkan gudang penampungan dan pengeringan beras dari petani. Tujuannya agar kualitas berasnya baik dan bisa lama disimpan. Intinya, kata dia, Bulog harus bisa memaksimalkan beras dari petani lokal. 

Dirut Bulog Budi Waseso belum lama ini mengatakan, gudang penyimpanan beras milik Perum Bulog sudah penuh. Ia mengatakan, gudang berkapasitas 3 juta ton itu tidak mencukupi lagi untuk menyimpan stok beras Bulog. Bahkan, Bulog disebut dia terpaksa menyewa gudang lain untuk menyimpan stok beras milik mereka.

"Hari ini riil yang tidak bergerak di gudang kita 2,4 juta ton. Kurang lebih ada 500 ribu ton beras kita, beras milik negara ini harus kita simpan di luar gudangnya Bulog, hari ini masih kita sewa," kata Buwas. 

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan senada. Bulog seharusnya antisipatif terhadap kenaikan harga beras. 

Beberapa daerah, contohnya Riau, telah menyatakan mengalami defisit beras. Padahal, di sisi lain, stok beras di gudang Bulog melimpah ruah hingga 2,5 juta ton. 

"Harusnya diantisipasi. Buat pemetaan di tiap daerah. Kan banyak gudangnya Bulog, bisa dipantau dari tiap gudang di daerah masih aman atau enggak," kata Heri. 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement