Ahad 18 Nov 2018 11:13 WIB

Generasi Milenial Didorong Gerakkan Pertumbuhan Properti

Sektor properti masih terus tumbuh, terutama perumahan kelas menengah.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Penjaga stan menjelaskan tentang harga rumah dan fasilitasnya kepada calon konsumen saat pameran perumahan di Jakarta, Rabu (26/9).
Foto: Republika/Prayogi
Penjaga stan menjelaskan tentang harga rumah dan fasilitasnya kepada calon konsumen saat pameran perumahan di Jakarta, Rabu (26/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini pemerintah terus mendorong generasi milenial untuk menggerakkan pertumbuhan sektor properti. Kebutuhan perumahan bagi milenial terus meningkat, baik untuk dipakai sendiri maupun berinvestasi

Untuk mendukung hal tersebut DPP Real Estat Indonesia (REI) dan Bank Mandiri membuka pameran properti bertajuk REI Mandiri Property Expo 2018 di Jakarta Convention Center (JCC). Sekjen DPP REI Paulus Totok Lusida mengatakan pameran tersebut menyasar kalangan milenial yang menjadi pasar yang cukup menjanjikan. 

“Generasi milenial memiliki potensi cukup besar untuk menjadi pasar prospektif,” kata Paulus, Sabtu (18/11).

Dia menilai, milenial menjadi pasar prospektif karena cicilan rumah disediakan dengan harga yang cukup terjangkau. Dengan dana yang tidak terlalu besar, generasi milenial sudah bisa memiliki rumah layak huni, baik sebagai tempat tinggal maupun untuk investasi.

 

Saat ini, properti merupakan salah satu sektor industri yang masih terus bergeliat. “Ini utamanya di kelas menengah atau perumahan dengan harga berkisar antara Rp 300 sampai Rp 500 juta,” jelas Paulus.

Hal itulah yang menjadi salah satu alasan REI dan Bank Mandiri menyelenggarakan REI Mandiri Property Expo 2018. Paulus yakin saat ini sektor properti akan terus bergerak.

Terlebih, menurutnya, kebutuhan untuk memiliki tempat tinggal sendiri akan terus ada. “Kami akan terus berusaha memenuhi permintaan akan perumahan yang layak huni bagi masyarakat Indonesia,” ujar Paulus.

Dia memastikan pemerintah saat ini sudah mengeluarkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal hunian yang layak.

Tak hanya itu, menurutnya FLPP juga sebagai upaya untuk mencapai program nasional pembangunan sejuta rumah di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “KPR FLPP memberikan kesempatan kepada masyarakat yang berpenghasilan antara Rp 2,5 sanpai Rp 4 juta untuk memiliki rumah yang layak huni,”  ungkap Paulus.

Pergerakan industri properti di kelas menengah masih sangat menjanjikan. Untuk itu, Paulus yakin pergerakan sektor properti akan didominasi oleh perumahan di kelas menengah. Pertumbuhan di sektor properti juga akan ikut mendorong pertumbuhan di sektor lain seperti furnitur, elektronik, otomotif, dan lain-lain. 

REI Mandiri Property Expo 2018 menghadirkan perumahan dengan harga mulai dari Rp 100 juta untuk pasar FLPP. Pameran tersebut berlangsung sejak kemarin (17/11) hingga 25 November 2018 di Hall A JCC. Pameran dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB tanpa biaya tiket masuk.

Bank Mandiri yang mendukung penuh pameran tersebut juga mengeluarkan program Muda Beli Rumah. Promo menarik selama pameran seperti limit kredit yang lebih besar, tenor yang lebih panjang, serta suku bunga 6,5 persen //fixed selama lima tahun. Khusus nasabah, Bank Mandiri menawarkan program uang muka satu persen, bahkan nol persen. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement