Selasa 13 Nov 2018 16:30 WIB

Jelang Tahun Baru, Kementan Jamin Ketersediaan Pangan

Kementan akan terus melakukan pemantauan ke pasar-pasar.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Gita Amanda
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi  melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Pasar Beringharjo,  Yogyakarta, Selasa (13/11).
Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (13/11).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menjamin ketersediaan pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencukupi hingga Natal dan Tahun Baru nanti. Ia menyebutkan, ketersediaan bawang merah, bawang putih, telur, daging ayam hingga daging sapi masih mencukupi.

"Pasokan kita tanya tadi sama pedagang, pasokan cukup, tidak pernah kurang. Bawang juga melimpah, telur apa lagi, bahkan kita telur nggak ekspor loh. Artinya pasokan dijamin (mencukupi)," kata Agung usai usai memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (13/11).

Dalam menjaga ketersediaan pangan maupun harga kebutuhan pokok, pihaknya akan terus melakukan pemantauan ke pasar-pasar. Sehingga, jika ada kenaikan harga dan kekurangan pasokan, maka pihaknya dapat melakukan tindakan secara masif.

"Kita pantau saja harga, kalau harga masih terkendali kita tidak melakukan apa-apa. Tapi manakala harga melonjak, kita akan melakukan operasi pasar. Tapi kita harapkan nggak ada operasi pasar," lanjutnya.

Ia pun tidak menampik kondisi di mana pada natal dan tahun baru biasanya permintaan dan harga kebutuhan pokok merangkak naik. Namun, ia optimistis hal tersebut akan dapat terkendalikan.

"Biasanya kan dalam rangka menghadapi hari besar keagamaan, ada lonjakan permintaan. Tapi tadi pengakuan dari beberapa pedaggng, kalau Natal dan Tahun Baru nggak terlalu (meningkat). Kalau lebaran Idul Fitri baru biasanya ada lonjakan," kata Agung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement