Selasa 13 Nov 2018 10:07 WIB

Saham Apple Anjlok Pasca Peringatan dari Pemasok

Produk Apple menjadi lebih mahal setiap peluncuran produk baru.

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolanda
Apple iPhone XS Max
Foto: AP
Apple iPhone XS Max

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saham Apple Inc (AAPL) jatuh ke posisi terendahnya selama lebih dari tiga bulan. Pada perdagangan Senin (12/11), saham raksasa teknologi ini ditutup anjlok lima persen. Kondisi ini seiring dengan peringatan yang dikeluarkan tiga supplier terhadap kelemahan penjualan Iphone.

Produk unggulan perusahaan berbasis Kalifornia ini diketahui menjadi lebih mahal setiap peluncuran produk baru. Para analis mengatakan, konsumen, terutaama di pasar berkembang seperti India memutuskan untuk beralih ke alternatif lain seperti berpindah jalur ke One Plus dari Cina, seperti dilansir Reuters, Selasa (13/11).

Apple memperingatkan pada awal bulan ini bahwa penjualan musim libur akan meleset dari ekspektasi Wall Street. Perusahaan menyalahkan perlambatan ini pada kelemahan di pasar negara berkembang dan biaya valuta asing. Pada kuartal keempat, Apple menjual 46,9 juta Iphone, meleset dari ekspektasi analis sebsar 47,5 juta Iphone, menurut FactSet.

Saham Apple turun lebih dari dua persen setelah Lumentum Holdings Inc (LITE), produsen laser yang mampu mendeteksi objek dalam bentuk tiga dimensi di Iphone generasi terbaru mengumumkan proyeksi kinerja pada Senin. Lumentum memotong 70 juta dolar AS dari perkiraan pendapatan. Ini karena penurunan permintaan pengiriman oleh salah satu konsumen terbesarnya yang tidak ingin disebutkan nama. Tapi, berbagai spekulasi muncul menyebutkan, konsumen itu adalah Apple. 

Media Jepang Nikkei melaporkan pada pekan lalu, Apple menghentikan dorongan produksi untuk tipe Iphone XR yang menggunakan teknologi dari Lumentum. Perusahaan ini bertugas membuat komponen kamera depan Iphone tipe terbaru yang mempunyai fitur Face ID dan Augmented Reality. Laporan tersebut menimbulkan spekulasi tentang kinerja Iphone terbaru, khususnya menjelang musim liburan di Amerika yang juga dikenal sebagai musim belanja.

Analis Elazar Capital, Chaim Siegel, menjelaskan, banyak pemasok menurunkan angka karena 'pelanggan terbesar' mereka telah menurunkan angka, yakni Apple. "Apple berhati-hati saat mereka berjalan dan ini berdampak terhadap pemasok," tuturnya.

Saham Lumentum turun 31 persen, menyeret turun saham pemasok dan produsen chip lainnya. Tiga analis mengatakan, ramalan Lumentum menunjukkan pengurangan 18 juta hingga 20 juta Iphone pada perkiraan sebelumnya adalah berdasarkan harga jual rata-rata untuk komponen penginderaan 3D

CEO Lumentum Alan Lowe menyebutkan, pihaknya baru-baru ini menerima permintaan dari salah satu konsumen industrial dan konsumen terbesar kami yang memesan dioda laser untuk pendeteksian 3D agar secara material mengurangi pengiriman kepada mereka. 

"Ini dilakukan selama kuartal kedua tahun fiskal kami untuk pemesanan yang sudah dilakukan yang sebenarnya akan dikirimkan dikuartal tersebut," tuturnya.

Lumentum sempat menyebutkan, Apple merupakan konsumen terbesarnya untuk tahun ini. Kontribusi Apple mencapai 30 persen dari total pendapatan Lumentum.

Selain Lumentum, Nikkei Jepang juga melaporkan bahwa Apple meminta perakit ponsel pintar Foxconn dan Petagron untuk menghentikan rencana jalur produksi tambahan yang didedikasikan untuk Iphone XR.

Apple mulai menjual Iphone XS dan XS Max pada September dan model XR pada bulan lalu. Chip Lumentum tidak digunakan di ponsel yang lebih lama dari Iphone X tahun lalu.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement