Selasa 30 Oct 2018 22:16 WIB

BKP Kementan Intensifkan KRPL Tangani Daerah Rawan Pangan

BKP melakukan KRPL dan KMP atasu rawan pangan dan entaskan kemiskinan

Red: EH Ismail
Program Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam menangani daerah rawan pangan
Program Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam menangani daerah rawan pangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian berkomitmen menangani daerah rentan rawan pangan dan pengentasan kemiskinan. Kepala BKP Agung Hendriadi mengatakan, BKP telah berkontribusi nyata melalui berbagai kegiatan pada daerah-daerah yang masuk dalam kategori rentan rawan pangan.

"Untuk menangani daerah rentan rawan pangan sekaligus pengentasan kemiskinan, kami  melakukannya melalui  Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Kawasan Mandiri Pangan (KMP)," kata Agung dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id.

Menurut Agung, tujuan KRPL untuk memenuhi gizi keluarga dan meningkatkan pendapatan. Melalui KRPL, masyarakat diikutsertakan dalam budidaya sumber karbohidrat, protein dan vitamin dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Dengan demikian, masyarakat selain dapat memenuhi kebutuhan pangannya, juga meningkatkan pendapatan yang secara tidak langsung juga akan memperbaiki kesejahteraan.

Agung menambahkan, melalui KRPL para ibu rumah tangga yang masuk dalam kwt bisa  mengurangi pengeluaran belanja bahan pangan antara Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.

Sedangkan kegiatan KMP yang dilakukan sejak 2015  bertujuan mendorong ketersediaan pangan dipedesaan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dalam melakukan usaha, penguatan kelembagaan ekonomi, dan integrasi dukungan lintas sektor.

Dijelaskan Agung, pada 2015 – 2017 Kegiatan KMP dilaksanakan di 23 provinsi, 76 kabupaten, 77 kawasan/kecamatan, 388 desa,  388 kelompok. Pada 2018 ditambah di 20 kabupaten, 20 kawasan/desa, dan 40 kelompok.

"Untuk 2018 ini KMP dialokasikan di 17 provinsi bertujuan untuk memberdayakan masyarakat miskin melalui padat karya serta penurunan stunting di wilayah rentan rawan pangan," lanjut Agung.

Agung mengatakan, KRPL dan KMP telah berkontribusi terhadap penurunan kerentanan pangan wilayah. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan FSVA. "Berdasarkan Peta FSVA 2018, terjadi peningkatan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten (44 persen) jika dibandingkan dengan FSVA 2015," kata Agung.

Sedangkan dari segi jumlah, telah terjadi pengurangan jumlah daerah rentan rawan pangan sebanyak 41 kabupaten dan peningkatan kabupaten tahan pangan di 47 kabupaten. Dari uraian di atas dapat dikatakan, kedua kegiatan yang dilakukan BKP menyentuh langsung masyarakat yang rentan rawan pangan dan miskin. Bahkan untuk KRPL, lokasi kegiatannya bersentuhan langsung pada daerah-daerah stunting.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga miskin pada Maret 2018  sebesar 15.81 Jika dibandingkan periode yang sama, yaitu Maret 2013 yang mencapai 17.74 juta jiwa, telah terjadi penurunan sebesar 10.88 persen. Adanya penurunan jumlah KK miskin, menunjukan bahwa pembangunan yang dilaksanakan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement