Selasa 02 Oct 2018 12:55 WIB

Kementan Tingkatkan Pertanian di Kepri

Komoditas pertanian sering menjadi penyebab inflasi.

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Dwi Murdaningsih
Menkeu yakin target inflasi tetap tercapai tahun ini, ilustrasi
Menkeu yakin target inflasi tetap tercapai tahun ini, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Pertanian mendorong Kepulauan Riau mengembangkan sektor pertanian. Hal ini perlu dilakukan guna mengatasi inflasi yang terjadi.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, peningkatan kapasitas usaha bidang pertanian dilakukan khususnya komoditas penyumbang inflasi. Misalnya beras, cabai dan bawang. Kerja sama juga dilakukan bersama Bank Indonesia (BI).

"Bank Indonesia juga akan melakukan kegiatan pengembangan sumber pembiayaan dalam rangka mendorong peningkatan usaha pertanian, serta melakukan edukasi keuangan terhadap pelaku usaha tani dalam rangka meningkatkan akses keuangan," kata Amran usai penandatanganan MoU mengenai pengembangan pertanian di kawasan perbatasan, peningkatan investasi dan ekspor serta pengendalian inflasi di Gedung Kementan, Selasa (2/10).

DaIam kerjasama ini diharapkan dapat merumuskan dan menetapkan kebijakan pengembangan usaha berskala mikro, kecil dan menengah, khususnya untuk mendukung pengendalian inflasi, penggunaan Iayanan keuangan non tunai dan akses keuangan di sektor pertanian. 

Saat ini, pengendalian inflasi khususnya untuk sektor pangan dinilai cukup baik. Terbukti, pada September lalu, Indonesia defIasi sebesar 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya. BI menyebutkan defIasi bersumber dari koreksi harga beberapa komoditas seperti daging ayam ras, bawang merah dan telur ayam ras. 

"Belakangan ini, harga tiga komoditas ini mengalami penurunan harga karena produksinya yang berIimpah. Untuk itu, Kementan sedang mengupayakan agar daging dan teIur ayam ras, serta bawang merah Iokal dapat terserap tidak hanya di pasar domestik, tapi juga pasar internasional," ujar Amran. 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, potensi pertanian di Kepri  sangat bagus. Hanya saja, posisinya yang merupakan daerah laut membuat  masyarakat cenderung berprofesi sebagai nelayan. Sehingga memerlukan waktu untuk mengubah pola pikir dari nelayan ke pertanian.

"Ada dua potensi meningkatkan ekonomi mereka," katanya.

Kementan, ia melanjutkan, saat ini fokus membangun daerah pesisir dan daerah perbatasan. Begitu juga dengan pemerintah daerah yang mendukung pertanian di beberapa daerah terutama Lingga, Karimun dan Natuna.

Sebenarnya, pembukaan lahan pertanian di Lingga telah dilakukan sejak dua tahun lalu. Namun produksinya belum mencukupi sehingga perlu mendatangkan dari Jawa. Hal ini yang membuat harga beras di Kepri jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa.

"Ini menyebabkan Kepri selalu inflasi," ujar dia.

Lahan yang berada di Kepri merupakan lahan yang masih perawan. Hanya sekitar 10 persen yang merupakan lahan bekas pertambangan. Dengan bantuan teknologi, bisa dimanfaatkan dengan baik secara maksimal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement