Senin 13 Aug 2018 08:13 WIB

BRI Syariah Terima Rp 613 Miliar Dana Pelunasan Haji

Nasabah tabungan haji mencapai 550 ribu.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
Target Perolehan Laba. Petugas melayani transaksi nasabah di kantor layanan BRI Syariah, Jakarta, Senin (2/7).
Foto: Republika/ Wihdan
Target Perolehan Laba. Petugas melayani transaksi nasabah di kantor layanan BRI Syariah, Jakarta, Senin (2/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BRI Syariah menyatakan prospek tabungan haji tahun ini sangat baik. Sebab, perolehan tahun lalu pun cukup positif.

Corporate Secretary BRI Syariah Indriati Tri Handayani menyebutkan, per Desember 2017, tabungan haji sebanyak Rp 1,3 triliun. Jumlah nasabahnya mencapai 550 ribu.

Dia menyebutkan, tahun ini perseroan juga menerima setoran untuk pelunasan haji. "Untuk pelunasan haji tahun ini sekitar Rp 613 miliar," ujar Indri kepada Republika.co.id, Ahad, (12/8).

Dirinya menjelaskan, nasabah yang biaya hajinya lunas tahun ini berarti nasabah yang melakukan setoran haji lima tahun lalu. "Karena kalau setoran haji belum langsung lunas. Masih nunggu 17 tahun baru lunas," kata dia.

Sebagai informasi, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebelumnya telah menetapkan 31 bank sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPS BPIH) untuk periode 2018-2021. Di antaranya BRI Syariah yang juga dipilih sebagai bank investasi, bank likuiditas, bank operasional, serta bank penempatan.

Per Mei 2018, BRIS mencatat peningkatan laba bersih setelah pajak sebesar 85,16 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 96,31 miliar dibandingkan perolehan Mei 2017 yang sebesar Rp 52,02 miliar. Peningkatan laba bersih tersebut terutama berasal dari pendapatan operasional sebesar Rp 1,24 triliun dengan beban operasional sebesar Rp 1,02 trilyun.

Selanjutnya, total aset BRIS pada Mei tahun ini naik sebesar 21,41 persen yoy menjadi Rp 35,72 triliun dari sebelumnya Rp 29,42 triliun pada Mei 2017. Peningkatan aset tersebut didorong oleh pertumbuhan Pembiayaan menjadi Rp 20,42 triliun atau tumbuh sebesar 11,5 persen secara tahunan dibandingkan Mei tahun lalu yang sebesar Rp 18,31 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement