Jumat 10 Aug 2018 13:56 WIB

BI Pecahkan Rekor MURI

Pertumbuhan uang elektronik setiap tahun mencapai 300 persen.

Rep: Teguh Firmansyah/ Red: Friska Yolanda
Kepala BI Provinsi Papua Barat Donny Heatubun menerima piagam rekor MURI tentang pembagian uang eletronik kepada pelajar terbanyak dan pembelian kebutuhan sekolah dengan menggunakan uang elektronik terbanyak di Sorong, Papua Barat, Jumat (10/8).
Foto: Republika/Teguh Firmansyah
Kepala BI Provinsi Papua Barat Donny Heatubun menerima piagam rekor MURI tentang pembagian uang eletronik kepada pelajar terbanyak dan pembelian kebutuhan sekolah dengan menggunakan uang elektronik terbanyak di Sorong, Papua Barat, Jumat (10/8).

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat berkerja sama Pemda Kabupaten dan Kota Sorong serta Provinsi Papua Barat berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), Jumat (10/8).

Rekor yang berhasil dipecahkan yakni pembagian uang eletronik kepada pelajar terbanyak. Kemudian, pembelian kebutuhan sekolah dengan menggunakan uang elektronik terbanyak.

"Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) adalah hal yang sangat penting untuk mendukung terwujudnya keuangan inklusif, mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan transparansi anggaran," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng saat memberikan sambutan acara 'Sosialisasi GNNT, Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional Edukasi Ciri Keaslian Uang Rupiah' di Sorong, Papua Barat, Jumat (10/8).

Menurut Sugeng, penggunaan uang nontunai kini sudah banyak dilakukan. Dari mulai untuk pembayaran tol, bantuan sosial, hingga belanja konsumsi kebutuhan sehari-hari. Pertumbuhan uang elektronik setiap tahun bahkan mencapai 300 persen.

photo
Siswa-siswa Sorong yang mendapatkan kartu uang elektronik secara cuma-cuma, Jumat (10/8).

Jumlah siswa yang hadir dalam pemecahan rekor MURI ini mencapai 1.500 orang. Mereka merupakan perwakilan dari SD, SMP se-Kabupaten dan Kota Sorong. Para siswa yang hadir diberikan uang nontunai untuk dibelanjakan buat kebutuhan sekolah. Acara juga diisi oleh sejumlah hiburan, dari mulai tarian Papua hingga konser artis Hip Hop Saykozi.

Dalam kegiatan ini juga ditandatangani kerja sama antara Bank Indonesia Pemprov Papua Barat, dengan Pemkot Sorong dan Kabupaten Sorong. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan Bank Indonesia menjadi advisor utama Pemkot dan Pemkab Sorong dalam usaha-usaha membangun ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat, khususnya di Sorong.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengingatkan para siswa agar menjaga baik uang nontunai itu agar tidak hilang. "Jadi ada nilai uangnya. Kartunya jangan ditaruh sembarang-sembarang mengerti?" tanya Mohamad yang langsung dijawab oleh peserta siswa dengan riuhan tepuk tangan.

Ia pun mengamini, BI dan pemda setempat juga akan memecahkan dua rekor MURI yakni pembagian uang eletronik kepada pelajar terbanyak serta pembelian alat sekolah dengan uang elektronik. "Jadi nanti setelah dibagi, pakai untuk kebutuhsan sekolah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sugeng juga mengingatkan kepada warga Papua untuk menjaga wilayah tercinta mereka, termasuk soal kebersihan. Papua, kata Sugeng menjadi salah satu obyek wisata yang sangat terkenal seluruh dunia, terutama Raja Ampat.

"Jalan-jalan di Amerika dan Amerika Latin, tapi yang terbaik dari Papua," ujar Sugeng.

Dengan merawat pariwisata Papua, katanya, maka dolar akan masuk dan ini memperkuat devisa Indonesia. Tentu hal itu akan berdampak positif bagi kurs rupiah yang kini sedang tertekat.

"Tugas BI adalah bantu untuk mengembangkan ekonomi Papua Barat," katanya menambahkan. BI, lanjut Sugeng, juga akan berusaha dengan pemerintah agar menjaga inflasi di Papua tak tinggi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement