Kamis 19 Jul 2018 20:00 WIB

PGN Alirkan Gas ke Perusahaan Tali Sepatu di Surabaya

PGN mengalirkan 10.000-15.000 meter kubik per bulan.

PGN mulai menyalurkan gas bumi (gas in) ke pabrik infus milik PT Emjebe Pharma di Pasuruan, Jawa Timur.
Foto: PGN
PGN mulai menyalurkan gas bumi (gas in) ke pabrik infus milik PT Emjebe Pharma di Pasuruan, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mulai mengalirkan gas ke industri tali sepatu di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Tepatnya ke PT Rajawali Cakra Sakti dengan total volume kontrak 10.000-15.000 meter kubik per bulan.

Sales Area Head PGN Pasuruan, Agus Mustofa Hadi mengatakan aliran gas ke Pasuruan adalah upaya PGN untuk memperluas penyaluran gas bumi di seluruh Jawa Timur. Penyaluran gas ini dengan mengoptimalkan survei pemetaan potensi calon pelanggan di sekitar jaringan pipa gas existing.

"Sebelumnya, kami juga mengalirkan gas bumi ke industri permen jahe ekspor PT Serba Gurih pada April lalu, dan PT Liman Jaya Transmix pada Juni 2018 dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) melalui anak usahanya Gagas Energy Indonesia," kata Agus, dalam keterangan persnya.

Ia mengatakan, selain terus memperluas jaringan, PGN juga melakukan pembiayaan investasi dengan skema swadaya (sharing investasi) dengan calon pelanggan untuk calon pelanggan yang tidak layak secara perhitungan investasi oleh PGN.

"Kami juga aktif berkomunikasi dengan pengelola kawasan industri dan instansi pemerintah. Ini merupakan komitmen kami untuk terus memperluas penyaluran kepada masyarakat dan industri di seluruh Jawa Timur," katanya.

Direktur Utama PT Rajawali Cakra Sakti, Randy Setyawan mengatakan penggunaan gas bumi memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Selain ramah lingkungan juga diuntungkan dengan naiknya volume produksi sebesar 15 persen.

"Dan perusahaan juga tidak memerlukan tempat lagi untuk penyimpanan seperti ketika ia menggunakan batu bara," katanya.

 Sesuai kontrak, Rajawali Cakra Sakti menggunakan gas bumi PGN dengan volume awal sebesar 10.000 hingga 15.000 m3. Tahun depan volume pemakaian dapat naik dua kali lipat dengan rencana pengembangan usaha, yaitu pencucian kain bahan baku pembuatan sepatu dan sandal.

Randy menuturkan, saat ini perusahaan yang dipimpinnya secara keberlanjutan telah memproduksi tali sepatu sebanyak 50 ton per bulan. Hasil produksi tersebut sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik sepatu.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement