Sabtu 07 Jul 2018 06:49 WIB

Jokowi: Peternakan di Indonesia Berkembang Cepat

Sejumlah produk peternakan Indonesia diekspor ke luar negeri.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini
Presiden Joko Widodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (dari kiri ke kanan) saat mengunjungi Indo Livestock 2018 Expo & Forum, di Jakarta Convention Centre, Jumat (6/7).
Foto: Humas Kementan.
Presiden Joko Widodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (dari kiri ke kanan) saat mengunjungi Indo Livestock 2018 Expo & Forum, di Jakarta Convention Centre, Jumat (6/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Indo Livestock 2018 Expo & Forum di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (6/7). Menurut Jokowi, pameran tersebut menunjukan perkembangan industri peternakan di Indonesia yang sangat cepat.

“Indo livestock pameran peternakan yang diadakan ini menggambarkan betapa peternakan di negara kita berkembang cepat,” ujar Jokowi usai meninjau pameran.

Produk-produk peternakan pun, kata dia, bahkan sudah mulai diekspor hingga mancanegara, seperti Jepang. Produk itu juga akan segera diekspor ke Vietnam serta Malaysia. Menurut Presiden, ekspor produk peternakan yang sudah mencapai ke beberapa negara tersebut menjadi sebuah lonjakan bagi industri peternakan.

“Juga produk pasca-disembelih. Ada nugget, sosis yang mulai mereka sudah masuk ke Jepang, akan mulai masuk Vietnam, akan mulai masuk ke Malaysia,” kata dia.

Pameran yang digelar sejak 4 Juli 2018 ini diikuti oleh berbagai pelaku baik pengusaha, peneliti, produsen, konsumen, dan lembaga pemerintah yang bergerak di sektor peternakan dan juga perikanan. Bahkan, peserta pameran tak hanya berasal dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. “Ini banyak perusahaan luar ikut pameran tapi juga banyak perusahaan dalam negeri yang perkenalkan peralatan modern,” ujar Jokowi.

Salah satu peralatan modern dalam pameran tersebut yakni gelembung mikro yang dapat meningkatkan produksi ikan di kolam hingga 40 persen. Ia pun berharap, inovasi dengan teknologi yang modern tersebut dapat terus dikembangkan. “Karena apapun kebutuhan kita di industri peternakan masih banyak sekali peluang yang bisa dimanfaatkan oleh dunia usaha dan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga menceritakan kemajuan di bidang industri peternakan lainnya. Peternakan ayam kampung dapat menghasilkan hingga 100 ribu day old chick (DOC) atau pasokan bibit ayam pedagang. “Gede sekali. Dulu kita perkirakan ayam kampung hilang. Ternyata produksi semakin banyak karena ada perusahaan yang bergerak di situ. Ini perusahaan baru tapi produksi 100 ribu per bulan,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement