Ahad 01 Jul 2018 13:32 WIB

5.000 Tabung Elpiji Tiga Kilogram Nonsubsidi Diuji Pasar

Bentuk dan warnanya akan berbeda dari gas melon yang sudah beredar di pasaran.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda
Pekerja menata tabung kosong elpiji 3 Kilogram di salah satu agen elpiji di Kecamatan Wuawua, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (21/5).
Foto: Antara/Jojon
Pekerja menata tabung kosong elpiji 3 Kilogram di salah satu agen elpiji di Kecamatan Wuawua, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (21/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) akan melakukan uji pasar terhadap tabung elpiji nonsubsidi ukuran tiga kilogram (kg). VP Coorporate Communication Pertamina, Adiatma Sarjito mengatakan, ada 5.000 tabung yang akan ditawarkan ke pasar.

Uji Pasar mulai diberlakukan pada pekan depan. Uji pasar dilakukan di dua kota, yaitu Jakarta dan Surabaya.

Adiatma menjelaskan, 5.000 tabung elpiji tiga kg ini nantinya akan berbeda warna dengan tabung elpiji subsidi yang berwarna hijau. Selain berbeda warna, bentuk gas elpiji tiga kg nonsubsidi akan menyerupai tabung Bright Gas ukuran 5,5 kg. Bedanya, ukuran elpiji tiga kg nonsubsidi lebih pendek dibandingkan Bright Gas 5,5 kg.

Baca juga, Mulai Juli, Pertamina Pasarkan Gas Elpiji 3 Kg Nonsubsidi

"Untuk tahap awal, kita siapkan 5.000 tabung. Nanti kita sebar di Jakarta dan Surabaya," ujar Adiatma ketika dihubungi Republika.co.id, Ahad (7/1).

Rencananya, tabung gas elpiji tiga kg tersebut akan dibandrol dengan harga di atas Rp 12.000 per kilogramnya. Harga tersebut menghitung angka keekonomian gas elpiji yang memang seharusnya dipatok oleh Pertamina.

Hadirnya gas elpiji tiga kg nonsubsidi ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarkat. Jika selama ini gas tiga kg subsidi kerap salah sasaran, ke depan diharapkan tidak ada lagi warga mampu yang memanfaatkan gas tiga kg subsidi tersebut. 

Baca juga, Konsumsi Gas Elpiji Nasional Naik 11 Persen

Sebelumnya, Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan adanya gas elpiji tiga kilogram nonsubsidi ini merupakan permintaan pasar. Ia mengatakan, peluncuran produk tersebut tidak akan mengganggu penyaluran gas elpiji tiga kilogram bersubsidi.

"Seperti misalnya yang tinggal di apartemen, buat apa beli yang besar. Karena ada demand maka kita siapkan," kata Nicke.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement