Rabu 25 Apr 2018 15:14 WIB

Harga Telur dan Ayam Potong Merangkak Naik

Harga ayam potong sudah di kisaran Rp 34 ribu per kilogramnya.

Rep: Djoko Suceno/ Red: Teguh Firmansyah
harga telur naik (ilustrasi)
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
harga telur naik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tiga pekan menjelang bulan puasa harga bahan pokok di Kota Bandung mulai merangkak naik. Dua komoditas yang mulai terlihat naik yaitu telur ayam dan daging ayam potong. Kenaikan harga tersebut dikeluhkan masyarakat.

"Puasa masih tiga pekan lagi tapi harga mulai naik. Telur ayam dan gading ayam potong sudah naik sejak sepekan yang lalu," ujar Sartono (56 tahun) warga Ujungberung, Kota Bandung kepada Republika.co.id Rabu (25/4).

Menurut penuturan Sartono, harga ayam telur kini berada di kisaran Rp 23 ribu per kilogram. Harga tersebut, kata dia sudah berlangsung sejak sepekan ini. Sedangkan harga ayam potong, kata dia, kini dikisaran harga Rp 34 ribu per kilogramnya.

"Padahal puasa masih beberapa pekan lagi. Tapi harga-harga sudah mulai naik. Nggak kebayang kalau sudah mendekati puasa mungkin harganya akan lebih naik lagi," kata pedagang nasi goreng yang sudah berjualan lebih dari sepuluh tahun ini.

Berdasarkan pengalaman Sartono, mendekati bulan puasa hingga lebaran kedua komoditas tersebut akan terus merangkak naik. Ia memperkirakan harga ayam potong bisa menembus Rp 40 ribu per kilogram sedangkan telur ayam di kisaran Rp 25 ribu per kilogramnya.

"Puasa tahun lalu seperti itu. Merangkak dari dari dua pekan sebelum puasa hingga menjelang lebaran," tutur dia.

Menyikapi kenaikan harga daging ayam dan telur menjelang puasa, Ketua Satgas Pangan Jabar, Kombes Pol Samudi, SiK, akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Ia mengatakan, kenaikan harga merupakan hukum pasar.

Namun kenaikan tersebut ada toleransinya. Jika kenaikan tersebut dinilai tidak rasional maka tim Satgas Pangan akan bertindak." Untuk saat ini kita masih memonitor situasi lapangan. Tim kita mulai diterjunkan ke pasar tradisional dan pusat perdagangan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement