Rabu 14 Mar 2018 21:08 WIB

Tips untuk Investor Pemula Antisipasi Inflasi

Investasi menjadi salah satu solusi tepat bagi generasi milenial.

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Karta Raharja Ucu
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.    (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris perusahaan Reliance Sekuritas, Erry TP, mengatakan investasi menjadi salah satu solusi tepat bagi generasi muda untuk mengantisipasi inflasi. Sebab, apabila hanya mengandalkan pendapatan tepat, seseorang akan sulit menjangkau harga barang yang terus melambung tinggi.

Bagi investor pemula, Erry menyebutkan beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya, cari informasi sebanyak mungkin sebelum mengambil keputusan, jangan tempatkan seluruh dana investasi pada satu jenis instrumen dan gunakan dana lebih.

"Juga, disiplin melakukan targetinvestasi baik profit maupun cut loss," ucapnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (14/3).

Para mahasiswa juga harus waspada denganiming-iming janji memberi imbal hasil tinggi dalam jangka pendek. Waspada penawaraninvestasi dari perusahaan tidak jelas juga harus dihindari. Erry menganjukan agar investor pemula selalu cek dan riset bagaimana izin perusahaan investasi tersebut. Pasalnya, hanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berhak mengeluarkan izin perusahaan investasi di Indonesia.

Erry mengatakan, selalu kenali perusahaansekuritas di mana kita hendak berinvestasi. "Reliance Sekuritas sudah 15 tahun dan teruji selalu memberi layanan terbaik bagi investor dengan berbagai pilihan produk," ujarnya.

Untuk mahasiwa yang ingin berinvestasiReliance Sekuritas juga sangat mudah. Yakni, cukup sisihkan Rp 100 ribu saja di program 'Yuk Nabung Saham' dengan mendaftar atau datang langsung ke galeri investasi di kampus-kampus. Erry memberikan ilustrasi, dengan uang Rp 100.000, investor sudah bisa mendapatkan 1 lot saham yang harganya Rp 1.000 per lembar.

Erry menjelaskan kepada investor pemula untuk benar-benar mengenali saham apa yang akan dibeli dan jangan terpengaruh oleh orang lain dalam membeli saham. Selain mengenali seperti apa sahamnya, investor juga harus tahu manfaat dan kemungkinan risiko.

"Jangan ikut-ikutan orang beli saham yang tidak terlalu mahal ternyata berisiko dan rugi," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement