Ahad 28 Jan 2018 06:41 WIB

Bali Mulai Jadi Destinasi Wisata Favorit Warga AS

Kunjungan Obama memberi dampak positif pada pariwisata.

Red: Nur Aini
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (ketiga kiri) berbincang dengan keluarga saat berkunjung ke objek wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali, Minggu (25/6).
Foto: Antara/Wira Suryantala
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (ketiga kiri) berbincang dengan keluarga saat berkunjung ke objek wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali, Minggu (25/6).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Wisatawan Amerika Serikat mulai tertarik berliburan ke Bali setelah mantan Presiden negara adikuasa itu Barack Obama beserta istri Michele Obama, kedua putrinya Nathasa dan Malia berwisata selama lima hari di Pulau Dewata pertengahan tahun 2017.

"Masyarakat AS yang berkunjung ke Bali sebanyak 177.861 orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2017, meningkat 24.531 orang atau 16 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 153.330 orang," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, di Denpasar, Ahad (28/1).

Ia mengatakan, mereka sebagian besar datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, dan hanya 3.170 orang yang datang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar. Amerika Serikat menempati peringkat keenam dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali dan mampu memberikan kontribusi 3,30 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 5,38 juta orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2017, meningkat 896.691 orang atau 19,99 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya tercatat 4,48 juta orang.

photo
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (keenam dari kiri) berjalan bersama keluarga saat berkunjung ke objek wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali, Ahad (25/6).

Adi Nugroho menjelaskan, pelancong AS yang berada pada posisi keenam setelah Cina yang masyarakatnya berkunjung ke Bali sebanyak 1,27 juta orang, menyusul Australia 1,01 juta orang, India 243.638 orang, Jepang 237.694 orang, dan Inggris 228.657 orang. Sedangkan masyarakat Prancis berwisata ke Bali menempati peringkat ketujuh setelah AS yang tercatat 170.718 orang, Jerman 169.700 orang, Korea Selatan 168.181 orang, dan Malaysia 154.874 orang serta masyarakat dari berbagai negara di belahan dunia sebanyak 1,44 juta orang.

Dari sepuluh negara yang paling banyak mendatangkan wisman ke Bali, hanya Australia dan Malaysia yang mengalami penurunan masing-masing 3,02 persen dan 2,66 persen. "Sementara delapan negara lainnya itu mengalami peningkatan yang signifikan," ujar Adi Nugroho.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra dalam kesempatan terpisah sebelumnya menjelaskan, pihaknya bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) setempat mengadakan promosi pariwisata Bali ke Amerika Serikat selama lima hari, 23-28 Januari 2018. Promosi secara terpadu itu diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asal Amerika Serikat ke Bali hingga mencapai sedikitnya 300 ribu orang selama 2018. Acara promosi wisata (sales mission) itu, antara lain dilaksanakan di Double Tree Hotel, Los Angeles yang mendapat tanggapan sangat luar biasa dari 60 operator jasa perjalanan wisata yang hadir.

Selain itu, hal yang sama dilakukan di New York untuk mengikuti "annual event NYCTTS" pada 26-28 Januari 2018. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata melalui Deputi Pemasaran Mancanegara yang menggarap pasar Amerika Serikat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement