REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Pertanian Institute Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas mengkritik Kementerian Pertanian atas data stok beras yang diklaim surplus. Kenyataannya, kini harga beras melonjak naik, bahkan hingga Rp 11 ribu per kilogram untuk beras medium.
"Kementan tidak bisa dipercaya. Data Kementan ini kacau sekali, dan repotnya data mereka yang dijadikan landasan oleh Presiden, sehingga semua langkah menjadi terlambat," ujar Dwi Andreas kepada Republika.co.id, Rabu (10/1).
Sebelumnya ia telah menyampaikan kepada Pemerintah bahwa diperkirakan produksi beras pada 2017 akan lebih rendah dibandingkan 2016. Namun Badan Ketahanan Pangan menyatakan bahwa produksi beras mengalami surplus sebesar 17,4 juta ton. Menurutnya, data ini sangat ngawur, karena kenyataannya berbeda dengan di lapangan.
Dwi menjelaskan, kenaikan harga beras telah terjadi sejak Juli 2017 lalu, bahkan pada Oktober 2017, kenaikan harga semakin tinggi. Kalaupun Pemerintah memutuskan impor, kata Dwi, biasanya sudah diputuskan sejak Juli karena pemerintah punya prediksi yang baik.
Dwi juga mengkritik pemerintah yang terkesan tutup mata dengan prediksi dan masukan dari para pengamat mengenai stok beras dan pangan lainnya. Para pengamat sudah menyampaikan untuk melakukan evaluasi data Kementan sejak tiga tahun lalu, tetapi tidak digubris. Akibatnya, harga beras diprediksi akan terus naik hingga Februari mendatang.
"Sudah saya sampaikan sejak tiga tahun lalu untuk evaluasi data, tapi tidak dilakukan. Tetap saja percaya Kementan," ujarnya.
Baca juga: Antisipasi Spekulan, Ini Langkah Satgas Pangan Denpasar
Rekomendasi
-
Ahad , 29 Mar 2026, 10:30 WIB
Xpeng Catat Pengiriman 429 Ribu Kendaraan pada 2025, Siapkan Ekspansi Global 2026
-
-
Ahad , 29 Mar 2026, 09:41 WIBChery Tawarkan Model Hybrid Efisiensi Biaya Kendaraan di Tengah Wacana Kenaikan Harga BBM
-
Ahad , 29 Mar 2026, 09:27 WIBTransaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H
-
Ahad , 29 Mar 2026, 09:11 WIBSepekan Terakhir, IHSG Ditutup Melemah dan Kapitalisasi Pasar Turun
-
Sabtu , 28 Mar 2026, 20:07 WIBDapat Respons Positif dari Iran, RI Mulai Bahas Teknis Pembebasan Dua Kapal Pertamina
-