Ahad 03 Dec 2017 19:36 WIB

Paytren Resmi Jual Reksadana dengan Target Rp 500 Miliar

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Elba Damhuri
PayTren
Foto: dok. Daqu
PayTren

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Paytren Asset Management (PAM) akan meluncurkan dua produk reksadana besok Senin (4/12) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu dilakukan setelah mendapat surat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Besok kita luncurkan dan memasuki tahap pemasaran produknya. Kita tawarkan dulu sebelum NAB (Nilai Aktiva Bersih) ditentukan," ujar Direktur Utama PAM Ayu Widuri, Ahad (3/12).

Ia menambahkan setelah ditawarkan, NAB akan ditentukan dalam waktu satu sampai dua hari setelahnya. "Jadi besok awalnya, karena nasabah reksadana harus daftar dulu baru bisa transaksi," jelas Ayu.

Lebih lanjut, kata dia, Paytren menargetkan 500 ribu investor di awal dengan investasi minimal Rp 1 juta. Dengan begitu, target awal dana investasi yang dihimpun sekitar Rp 500 miliar.

"Kita sudah punya target pasar yaitu mitra Paytren yang jumlahnya sekitar Rp 1,7 juta. Sebelum izin OJK kita sudah melakukan edukasi dan literasi reksa dana syariah termasuk penjelasan saham syariah," jelas Ayu.

Menurutnya, dari edukasi tersebut, animo para Mitra tersebut cukup besar. Apalagi produk PAM memang sudah lama mereka tunggu.

NAB reksadana merupakan harga atau nilai wajar dari produk reksadana per unit atau penyertaan. Turun naiknya suatu reksadana terlihat dari NAB ini. Reksadana menjadi bagian penting investasi portofolio yang dijual dalam bentuk konvensional dan syariah.

Sebelumnya, PAM telah mendaftarkan dua produknya ke OJK, salah satunya yakni kontrak investasi kolektif untuk produk reksadana. Komisaris Utama sekaligus pemilik Paytren Yusuf Mansur pun mengaku senang atas terbitnya izin itu. "Berkat doanya kawan-kawan. Insya Allah, jualan dah kita," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Paytren kini ada dua. Pertama, Paytren yang bisa dimanfaatkan untuk pembayaran. Lalu kedua, Paytren Asset Management sebagai wadah berinvestasi.

"Kawan-kawan kudu ikutan untuk meramaikan pasar modal syariah. Kita biayai negara, kita biayai dunia. Bismillah," tambah Yusuf.

Sebagai informasi, PAM merupakan perusahaan manajer investasi di bawah PT Veritra Sentosa International yang memiliki produk financial technology (fintech) Paytren.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement