Senin 20 Nov 2017 14:50 WIB

Pelindo III Berupaya Tingkatkan Pelayanan

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda
CEO Pelindo III  IG.N Askhara Danadiputra dan CEO ITDC Abdulbar M Mansoer.
Foto: dok. Pelindo III
CEO Pelindo III IG.N Askhara Danadiputra dan CEO ITDC Abdulbar M Mansoer.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- CEO Pelindo III Ari Askhara meyakinkan, saat ini Pelindo III sudah dan akan terus melakukan improvement dengan menetapkan standarisasi pelayanan. Terutama, pelayanan peti kemas dengan penyiapan fasilitas dan peralatan yang memadai.

Ari menjelaskan, saat ini Pelindo III telah menyiapkan 41 unit Container Crane (CC), 28 unit Harbour Mobile Crane (HMC), dan 75 Rubber Tyred Gantry (RTG). "Dengan kekuatan alat produksi yang dimiliki saat ini, Pelindo III terus berupaya untuk memberikan layanan yang cepat dan aman bagi pengguna jasa," kata Ari dalam siaran persnya, Senin (20/11).
 
Ari berjanji, ke depannya produktivitas dan peremajaan alat akan terus dilakukan. Selain itu secara bertahap hingga tahun 2020 akan dilakukan penambahan 15 unit CC, 10 HMC dan 20 unit RTG baru dengan nilai invetasi sekitar Rp 2,42 trilliun.
 
Ari melanjutkan, selain untuk menekan biaya maintenance, pembelian alat baru tersebut ditujukan untuk meningkatkan reabilitas dan availability di atas angka 90 persen. "Ini merupakan komitmen Pelindo III untuk menekan biaya logistik nasional yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan," ujar Ari.
 
Ari menambahkan, Pelindo III juga berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional. Hal ini dapat dilihat dari upaya peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarpelabuhan, termasuk dengan pelabuhan di luar wilayah kerja Pelindo III.
 
Salah satunya adalah melalui pola windows system. Pola tersebut, membuat pengguna jasa mempunyai kepastian kapalnya akan bersandar dan mendapatkan pelayanan bongkar muat tanpa adanya waktu tunggu kapal (zero waiting time).
 
"Dengan tidak adanya waktu tunggu kapal dan tingginya produktivitas bongkar muat, akan mempercepat waktu kegiatan kapal di pelabuhan. Sehingga biaya operasional kapal akan semakin berkurang yang pada akhirnya akan menurunkan biaya logistik," kata Ari.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement