Rabu 08 Nov 2017 17:43 WIB

Cinta Rupiah Dapat Hindari Persebaran Uang Palsu

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Budi Raharjo
Lembaran rupiah baru. (ilustrasi)
Foto: Mahmud Muhyidin
Lembaran rupiah baru. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Budi Hanoto, mengatakan penggunaan rupiah dalam transaksi ekonomi merupakan sebuah bentuk bela negara. Karena membela negara tidak semata-mata identik dengan mengangkat senjata.

"Menggunakan rupiah untuk transaksi ekonomi juga merupakan bela negara, dan ini dapat dilakukan oleh setiap kalangan masyarakat di Indonesia. Karena itu kita harus mencintai rupiah," ungkap Budi dalam acara Bank Indonesia (BI) Goes to Campus pada hari Selasa (7/11) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan ini mengusung tema Cinta Rupiah.

Sementara itu disebutkan oleh Suhaedi, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, tema yang diusung tersebut sejalan dengan misi BI. Tema cinta rupiah ini perlu diedukasikan kepada masyarakat secara luas.

Karena ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bertransaksi menggunakan rupiah yang akan berdampak baik pula pada perekonomian negara. "Ini sejalan dengan misi BI yang bertujuan menjaga kemanjuran transmisi kebijakan moneter agar mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," ujar Suhaedi.

Suhaedi menyebutkan bahwa dengan mencintai rupiah, masyarakat juga akan terhindar dari bahaya uang palsu. Karena untuk mencintai rupiah, sebelumnya kita harus mengenal rupiah terlebih dahulu. "Untuk itu kita harus mengenali rupiah asli dengan memperhatikan alat-alat pengaman yang ada di uang rupiah seperti pita dan watermark. Alat pengaman tersebut dapat diketahui dengan melakukan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)," kata dia.

Suhaedi juga menyampaikan agar masyarakat menjaga bentuk fisik uang kertas rupiah. Ini agar alat-alat pengaman yang ada tidak rusak dan dapat didentifikasi dengan mudah oleh masyarakat. "Ada 5 Jangan yang perlu diketahui oleh masyarakat untuk menjagaga uang rupiah. Yakni uang kertas jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, jangan dibasahi dan jangan dilipat," imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Denis Adhiswara Selaku Pengusaha Nasional yang bergerak di bidang Creator Video yang turut memberikan ilmunya tentang Industry Creator Video. Selain itu Denis juga mengatakan bahwa dirinya tetap berusaha menggunakan rupiah dalam setiap transaksi yang dilakukannya.

"Ketika saya mendapatkan pembayaran dari Youtube maka akan saya transfer uang tersebut menjadi Rupiah, karena menggunakan rupiah memudahkan kita dalam bertransaksi di Indonesia tentunya," ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK UMY, Hilman Latiefjuga mengungkapkan rasa hormatnya atas kepercayaan yang telah diberikan dari Bank Indonesia kepada UMY sebagai tempat penyelenggaraan BI Goes to Campus. "Kami mengucapkan terima kasih telah dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan ini karena kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang cukup membanggakan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement