Senin 06 Nov 2017 09:42 WIB

Saham Perusahaan Milik Pangeran Alwaleed Rontok di Bursa

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Nur Aini
pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal
pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Saham Kingdom Holding Co jatuh setelah konglomerat Pangeran Alwaleed bin Talal ditahan karena dugaan kasus suap. Arab Saudi membentuk komite antikorupsi pada awal bulan ini dan langsung membekuk 30 orang terkait suap.

Saham Kingdom Holding Co yang 95 persen dimiliki Alwaleed, turun 9,9 persen pada pembukaan perdagangan di Riyadh, lebih rendah dari 7,6 persen pada Juni 2012 lalu. Namun, Indeks Tadawul All Share tetap ditutup naik 0,3 persen.

Sebelumnya, komite antikorupsi Saudi yang dipimpin pangeran Mohammed bin Salman memerintahkan polisi menangkap 11 pangeran, empat menteri, dan puluhan pegawai kementerian. Salah satu yang ditangkap, Pangeran Alwaleed merupakan keponakan Raja Salman. Ia memiliki kekayaan hingga 19 miliar dolar AS.

Alwaleed merupakan salah satu orang paling kaya di dunia yang memiliki banyak saham di perusahaan bonafit. Salah satunya, adalah saham di Citigroup.Inc yang dimilikinya sejak 1991. Kingdom Holding juga investor di Twitter, JD.Com, serta jaringan hotel Four Seasons dan Accor.

Perusahaan investasi Kingdom Holding Co mengumumkan laba kuartal ketiganya sebesar 247,5 juta riyal atau 6,6 miliar dolar AS meskipun tahun lalu merugi 355 juta riyal. Pendapatan perusahaan tersebut naik 76 persen menjadi 550 juta riyal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement