Sabtu 28 Oct 2017 14:04 WIB

Demi Bertahan Hidup, Banyak Toko Offline Banting Harga

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nidia Zuraya
Konsumen/ilustrasi
Foto: IST
Konsumen/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta menuturkan persaingan bisnis yang sengit dengan industri ritel e-commerce membuat pebisnis ritel yang masih mengandalkan penjualan melalui toko fisik (offline) terpaksa memangkas harga jual produk mereka. Cara tersebut dilakukan agar mereka dapat tetap bertahan di bisnis ini.

Menurut Tutum, banyak toko offline memotong harga mencapai 80 persen pada beberapa department store. "Itu strategi, marketing, biar nggak mati toko. Tapi kalau nggak bisa juga ya mereka tutup," ujarnya di Jakarta pada Sabtu (28/10).

Pedagang, kata Tutum, harus mempunyai celah agar bisnis yang dijalaninya terus bertahan. Salah satunya dengan mengikuti online.

Presiden Joko Widodo menurutnya sudah sangat melek digitalisasi, sehingga pemerintah mengikuti alur digitalisasi juga. Karywan pun menurut Tutum hendaknya memiliki jiwa kewirausahaan di dalam diri untuk mendongkrak kehidupannya.

"Instagram secara masif digunakan untuk jualan, masyrakat manfaatkan itu," kata Tutum.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement