Jumat 27 Oct 2017 03:45 WIB

Telkom Raup Laba Bersih Rp 17,92 Triliun

logo telkom
logo telkom

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada kuartal III 2017 membukukan laba bersih sebesar Rp 17,92 triliun, tumbuh 21,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 14,73 triliun.

"Peningkatan laba bersih didorong total pendapatan hingga September 2017 yang mencapai Rp 97 triliun, melonjak 12,5 persen dari periode sama 2016 sebesar Rp 86,19 triliun," kata Direktur Keuangan Telkom Harry M Zen, di Jakarta, Kamis (26/10).

Telkom juga mencatatkan pertumbuhan laba belum bunga pajak depresiasi dan amortiasi (EBITDA) sebesar 12,8 persen menjadi Rp 50 triliun dari sebelumnya Rp 44,38 triliun. Ia menjelaskan, pada kuartal III 2017 Telkom secara konsisten memperlihatkan kinerja yang kuat, ditandai dengan triple-double digit growth pada pendapatan, EBITDA dan laba bersih.

"Sebagian besar bisnis digital Telkom membukukan kinerja yang baik. Ke depan, Telkom berharap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan karena didukung semakin meningkatnya penggunaan data dan internet, baik oleh masyarakat perorangan maupun korporasi," tutur Harry.

Segmen data, internet & IT service menjadi penyumbang pendapatan terbesar yang mencapai Rp 42,45 triliun, disusul pendapatan celullar voice dan SMS sebesar Rp38,68 triliun dan segmen fixed line voice sebesar Rp 5,42 triliun. Adapun pendapatan interkoneksi serta network dan layanan telekomunikasi lainnya secara berturut-turut membukukan pendapatan sebesar Rp 3,72 dan Rp 6,72 triliun.

Fixed Broadband mencatatkan pertumbuhan pelanggan yang cukup berarti, yakni sebanyak 4,75 juta pelanggan. Jumlah tersebut termasuk 2,34 juta pelanggan IndiHome dengan rata-rata penggunaan per pelanggan (ARPU) IndiHome sebesar Rp308.000 per bulan.

Sejalan dengan gencarnya program marketing dan penambahan infrastruktur, pada kuartal III ini pelanggan IndiHome melonjak sebesar 53,5 persen dari 1,52 juta pelanggan di tahun sebelumnya.

Hingga September 2017, TelkomGroup menginvestasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 20,3 triliun, yang dialokasikan untuk membangun base transceiver station (BTS) guna mendukung mobile business serta menyelesaikan pembangunan akses dan infrastruktur backbone, termasuk peluncuran satelit dan pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) akses internasional untuk mendukung Fixed Business.

Ia menjelakan, pada 8 Agustus 2017, SKKL dari Indonesia (Manado) ke Amerika Serikat (Los Angeles) telah selesai dibangun. Selesainya seluruh pembangunan SKKL fiber optik akses internasional yang menghubungkan Indonesia ke Eropa Barat melalui Jazirah Arab dan kabel laut dari Indonesia ke Amerika Serikat melalui Samudera Pasifik ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki posisi strategis serta berpotensi menjadi hub digital dan telekomunikasi dunia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement