Jumat 08 Sep 2017 17:16 WIB

Tender Kontruksi Cisumdawu Seksi I, Digelar November

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Ruas jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) masih proses pengerjaan di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Selasa (13/6).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Ruas jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) masih proses pengerjaan di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Selasa (13/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah menjadwalkan akan menggelar tender konstruksi Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi I Cileunyi-Rancakalong pada November 2017 mendatang. Menurut Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa, berdasarkan informasi dari Satker Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tol Cisumdawu lelang tersebut digelar mengingat progress di seksi II Rancakalong-Sumedang makin signifikan. 

“Tender seksi I November, agar awal 2018 sudah bisa konstruksi,” ujar Iwa, kepada wartawan di Gedung Sate, Jumat (8/9).

Menurut Iwa, Badan Usaha Jalan Tol sudah menjadwalkan begitu kontrak konstruksi maka akan dilakukan penandatanganan loan agreement. Pemerintah sendiri sudah menghitung biaya konstruksi untuk seksi ini kurang lebih mencapai Rp 2,270 triliun. 

“Sudah dihitung pula estimasi biaya pengadaan tanah sekitar Rp 1,5 triliun," katanya.

Iwa mengatakan, Seksi I yang memiliki panjang 11,45 kilometer ini dari sisi ketersediaan lahan saat ini baru mencapai 37,43 persen. Menurutnya, ketersediaan lahan tersebut didapat setelah membebaskan dua desa sepanjang 1,7 kilometer. Selain itu ada potensi lahan bebas milik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sepanjang 3 kilometer. “Dari lahan dua desa itu saja sudah siap untuk dilaksanakan konstruksi,” katanya.

Saat ini, menurut Iwa, di lapangan tengah dilakukan proses pendaftaran pengukuran peta bidang untuk sisa lahan. Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan pengadaan tanah awal bisa tuntas pada pertengahan 2018 mendatang. Proses konstruksi, nantinya juga paralel dengan proses penyelesaian sengketa di lapangan.

Progress paling cepat, kata Iwa, terlihat di seksi II fase II Rancakalong-Ciherang sepanjang 6,35 kilometer. Saat ini per 4 Agustus lalu konstruksi di lapangan sudah mencapai 100 persen meski di sisi pembebasan tanah masih menyisakan sekitar 2 persen belum selesai. “Ini sudah tuntas, nilai kontraknya Rp1,37 triliun,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, tantangan terberat sudah dimasuki proses konstruksi seksi II fase 2 yang saat ini tengah mengerjakan pembuatan terowongan sepanjang 400 meter lebih. Pengerjaan terowongan sudah mencapai 50 meter atau 1 tube dari 2 tube yang direncanakan. “Target fase 2 ini bisa beroperasi pada 2019,” katanya.

Dikatakan Iwa, hak satker sendiri saat ini tengah menggenjot sisa lahan yang akan dibebaskan dimana tengah dilakukan proses pengukuran, penaksiran dan musyawarah dengan warga. Lahan yang tersedia untuk fase ini menurutnya baru mencapai 61,56 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement