Ahad 20 Aug 2017 17:14 WIB

Kemenhub Anggarkan Rp 370 Miliar Pengembangan Bandara Jember

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Hazliansyah
 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/7)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/7)

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER, JAWA TIMUR -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan siap mengembangkan Bandara Notohadinegoro, Jember. Budi mengatakan upaya tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Indonesia Joko Widodo yang menginginkan adanya perpanjangan landasan pesawat dan terminal di bandara tersebut.

Budi mengatakan untuk mengembangkan bandara tersebut, sudah disediakan anggaran sesuai RKAKL Kemenhub 2018 dan juga diusulkan dalam penyusunan RKAKL Kemenhub 2019.

"Anggarannya Rp 370 miliar dari APBN (Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara)," kata Budi saat meninjau Bandara Notohadinegoro, Ahad (20/8).

Untuk mengembangkan bandara tersebut dalam dua tahap hingga 2019, landasan pacu salah satunya yang akan diperpanjang. Budi menargetkan, landasan pacu Bandara Notohadinegoro pada 2019 sudah bisa ditambah mencapai 2.500 meter dengan lebar 45 meter. Saat ini Bandara Hadinotonegoro memiliki panjang landasan pacu mencapai 1.645 meter dengan lebar 30 meter.  

Area landasan pacu hanya bisa dilakukan ke arah selatan yang juga merupakan tanah milik PTPN XII. Sementara ke arah Utara merupakan area perumahan, meski tidak padat namun ada perkebunan milik penduduk lokal.

Budi berharap dengan perpanjangan dan perluasan landasan pacu tersebut, akan memungkinkan pesawat yang lebih besar mendarat di Bandara Notohadinegoro.

"Jika perpanjangan landasan pacu selesai dilakukan, itu artinya pesawat Airbus 320 atau medium yang dimiliki semua maskapai penerbangan nasional bisa di sini," jelas Budi.

Setelah pengembangan bandara tersebut selesai dilakukan, Budi menargetkan penumpang yang bepergian dari Bandara Notohadinegoro bisa mencapai 360 ribu pertahun.

"Itu artinya seharinya paling tidak ada seribu penumpang. Minimal ada tiga pesawat terbang ke sini," tutur Budi.

Pengembangan Bandara Notohadinegoro akan dilakukan melalui dua tahapan. Tahap pertama yakni pengembangan sampai 2019 yaitu untuk pekerjaan perluasan appron dan taxi way menjadi 96,50 meter dengan lebar 68,50 meter. Begitu juga dengan perpanjangan landasan pacu, perluasan terminal, peningkatan pagar keamanan bandara, land clearing, dan penyiapan lahan untuk perpanjangan.

Bandara Notohadinegoro terletak di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bandara tersebut berjarak tujuh kilometer dari pusat kota Jember dan dioperasikan oleh Unit Penyelenggara Teknis Daerah (UPTD) yang berada di bawah Dinas Perhubungan Kabupaten Jember.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement