Rabu 09 Aug 2017 16:20 WIB

Pertumbuhan Ekonomi akan Didongkrak dengan Bantuan Sosial

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nur Aini
Warga mengaktifkan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) di gerai ATM BNI usai peluncuran Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai PKH tahun 2016 di Jakarta, Kamis (17/11).
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warga mengaktifkan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) di gerai ATM BNI usai peluncuran Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai PKH tahun 2016 di Jakarta, Kamis (17/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution berharap penyaluran beras sejahtera (Rastra )yang sempat terlambat disalurkan pada semester I 2017 bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara di semester II ke depan. Penyaluran rasta ditarget bisa menjadi stimulus untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2 persen.

Tim ekonomi Kabinet Kerja, kata dia, memasukkan rasta sebagai target untuk dibenahi agar bisa menekan angka kemiskinan dan rasio gini.

"Kita sih berharapnya begitu, bisa naik di atas 5 persen. Tapi, ini kan terus terang sistemnya untuk konversi menjadi nontunai itu belum siap betul. Kita masih fokus di kota-kota dulu. Mudah-mudahan nggak ada lagi yang tertunda," ujar Darmin di Jakarta, Rabu (9/8).

Adanya pembagian rastra yang tepat sasaran diharapkan berdampak kepada masyarakat sehingga memperbaiki konsumsi masyarakat. Perbaikan konsumsi masyarakat ini dinilai akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke depan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan berupaya menjaga konsumsi rumah tangga. Upaya itu dilakukan melalui penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras untuk rakyat sejahtera (rastra) untuk rumah tangga miskin.

Pemerintah akan menyalurkan PKH dan rastra tepat waktu, supaya mengurangi beban masyarakat karena manfaatnya langsung terasa. Sebelumnya, penyaluran rastra terlambat sehingga berdampak terhadap penambahan jumlah warga miskin hingga 6.900 jiwa.

"Eksekusinya memang agak terlambat sebulan. Tapi itu (PKH dan rastra) bisa meningkatkan kapasitas masyarakat terutama untuk kelas bawah bisa mendapatkan momentum untuk meningkatkan konsumsinya," ujar Sri Mulyani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement