REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah berkomentar terkait tutupnya lima cabang Bank DKI di luar Pulau Jawa. Saefullah mengatakan, jika bisa, Bank DKI di luar Pulau Jawa jangan ditutup.
"Jangan ditutup kalau bisa. Kan sudah investasi, sudah ada investasi yang ditanam di sana, sarana prasarananya, SDM juga udah disiapkan di sana, udah cukup lama. Sayang kalau ditutup," kata Saefullah di Balai Kota, Kamis (27/7).
Saefullah mengaku belum mendapat laporan lima cabang Bank DKI di luar Jawa ditutup. Menurutnya, kemungkinan Bank DKI tutup karena kurang promosi. "Kurang promosi kali ya. Siapa sih yang enggak menarik sama DKI? Harusnya denger nama DKI saja udah menarik. Pasti nyimpen duit aman di situ. Mau pinjem usaha, modal usaha, juga saya rasa gampang gitu ya," katanya.
Per 14 Agustus 2017 mendatang, Bank DKI menutup 5 kantor layanan di luar pulau Jawa, yaitu Medan, Balikpapan, Pekan Baru, Palembang, dan Makassar. Penutupan kantor tersebut telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan surat OJK No. 186/PB.12/2017.
Corporate Secretary Bank DKI, Zulfarshah menjelaskan, penutupan kantor di luar Jawa tersebut merupakan implementasi visi dari Bank DKI yang memfokuskan pada pembangunan Jakarta. Ia menjelaskan, penutupan kantor di luar Jawa telah diajukan dalam Corporate Plan dan Rencana Bisnis Bank, dan juga telah disetujui oleh pemegang saham pengendali.