Kamis 13 Jul 2017 19:50 WIB

Fintech Modalku Nilai Skema Syariah Miliki Prospek Positif

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Fintech (ilustrasi)
Foto: flicker.com
Fintech (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Financial Technology (fintech) saat ini sudah mulai memiliki pertumbuhan yang pesat pada awal 2017. Seperti perusahaan fintech Modalku pada Mei 2017 mampu menyalurkan pinjaman sebesar Rp 162,7 miliar. Nilai itu memperlihatkan adanya pertumbuhan lebih dari 200 persen sejak Desember 2016 yang hanya sebesar Rp 55 miliar.

Pertumbuhan yang cukup pesat juga dialami oleh fintech berskema syariah seperti Paytren. Fintech tersebut bahkan saat ini mulai berencana untuk masuk ke pasar modal syariah dengan membuat manajemen investasi syariah terlebih dahulu.

Meskipun masih sangat minim fintech yang masuk ke pasar modal syariah namun Paytren berani membidik itu. Hanya saja langkah itu tak serta merta juga diikuti oleh fintech lainnya seperti Modalku yang sudah mengalami peningkatan pesat juga pada tahun ini.

Co-founder dan Chief Operating Officer Modalku Iwan Kurniawan menagtakan saat ini belum berencana untuk membidik pasar modal syariah. Meskipun begitu bukan berarti Iwan menilai hal itu bukan prospek yang positif.

Iwan berpendapat, skema dan masuk ke pasar modal syariah juga bisa memiliki peluang yang bagus. “Syariah itu sebenarnya bagus ya industrinya, perkembangannya juga bagus. Sebenarnya itu juga untuk perusahaan fintech sih menarik ya,” kata Iwan kepada Republika, Kamis (13/7).

Meskipun bagus, Iwan mengaku saat ini masih fokus terlebih dahulu dengan apa yang sudah dijalankan. Jika masuk ke segmen yang berbeda, lajut Iwan, dikhawatirkan akan memunculkan risiko karena tidak fokus.

Jika nantinya Modalku bisa terus memperlihatkan pertumbuhan yang positif, Iwan pun belum bisa memastikan apakah akan menerapkan skema syariah. “Ke depannya apakah kami akan masuk (ke pasar modal syariah) atau tidak itu juga belum tahu,” tuturnya.

Iwan lebih memilih untuk fokus karena Modalku masih terus berusaha untuk berkembang. Apalagi, dia merasa saat ini meski pinjaman yang bisa diberikan oleh Modalku berkembang pesat namun masih kecil industrinya.

Berbeda dengan Paytren, saat ini fintech tersebut berencana membuat Paytren Asset Management (PAM). Direktur Utama Paytren Hari Prabowo mengatakan saat ini sudah mengurus proses perizinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komisaris Utama sekaligus pemilik PT Veritra Sentosa International (Treni) Ustaz Yusuf Mansur mengungkapkan terbentuknya PAM diharapkan bisa memajukan perekonomian syariah di Indonesia. Apalagi pemegang reksadana syariah di Indonesia masih di bawah 500 ribu orang.

“Dengan bermodalkan 1,6 juta pengguna Paytren yang langsung saya gebrak dengan izin Allah, ikut semua,” ujarnya. Ia berharap dengan begitu pengguna reksadana syariah bisa semakin bertambah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement