Senin 10 Jul 2017 16:13 WIB

Petrokimia Gresik Luncurkan Aplikasi Petroxfert

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat
Foto: Republika/Maspril Aries
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), merilis sebuah aplikasi berbasis Android bernama Petroxfert. Tak hanya itu, PG juga meluncurkan buku dengan judul Memupuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran'.

Petroxfert merupakan sebuah media informasi mengenai berbagai jenis produk PG, mulai dari pupuk, non-pupuk, produk pengembangan, serta pestisida. Sedangkan buku “Memupuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran” merupakan sebuah gagasan mengenai ketahanan pangan nasional dari perspektif delapan karyawan muda PG.

Aplikasi ini secara resmi diluncurkan oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat bersama Direktur Utama PG Nugroho Christijanto dalam acara Petrophoria, yaitu sebuah acara hiburan dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) PG ke-45, di Gresik, Sabtu (8/7).

Nugroho menyatakan, bahwa mulai hari ini aplikasi Petroxfert sudah dapat diunduh melalui Google Playstore atau di website www.petroxfert.com. Aplikasi ini merupakan sebuah persembahan PG untuk mendukung program kedaulatan pangan nasional.

“Aplikasi ini pada dasarnya dapat digunakan oleh siapa saja sebagai panduan untuk mengetahui seluruh produk Petrokimia Gresik, mulai dari spesifikasi hingga cara aplikasi produk,” ujar Nugroho dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id.

Tak hanya itu, lanjut Nugroho, aplikasi ini juga memiliki sejumlah fitur lain, seperti Agri Calc, yaitu kalkulator untuk menghitung atau mengetahui berapa kebutuhan pupuk per hektar untuk setiap komoditas tanaman. Selanjutnya, ada fitur Bagan Warna Daun (BWD), yaitu alat untuk mengukur tingkat kehijauan daun guna mengetahui takaran dan waktu pemberian pupuk Nitrogen (N) atau Urea yang tepat. Terakhir, fitur Budidaya Pertanian yang berisi tutorial (artikel maupun video) budidaya tanaman pertanian dan perkebunan.

Nugroho menyebutkan, bahwa pemanfaatan teknologi berbasis android ini berdasarkan data bahwa pengguna smartphone di Indonesia terus tumbuh secara signifikan. Data dari Kemenristekdikti menyebutkan bahwa pengguna smartphone di Indonesia saat ini mencapai 25 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 65 juta pengguna. Bahkan, angka ini diyakini terus meningkat tajam di masa yang akan datang.

“Momentum ini kami manfaatkan dengan mengembangkan sebuah aplikasi berbasis android yang sekaligus menjadi sarana promosi dan edukasi bagi konsumen,” ujar Nugroho.

Ke depan, lanjut Nugroho, aplikasi ini akan terus dikembangkan dengan jangkauan fungsi yang lebih luas dan diperkuat dengan fitur yang lebih canggih. Salah satunya adalah sebagai media penjualan komersil sebagaimana jaringan aplikasi penjualan umum yang telah ada di Indonesia. “Jadi ke depan, konsumen bisa saja memesan produk kami melalui aplikasi ini,” ujar Nugroho.

Sementara itu, buku “Memupuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran” juga diluncurkan PG. Buku ini disusun oleh delapan karyawan muda PG yang berasal dari berbagai unit kerja dan disiplin ilmu. Buku ini merupakan kontribusi dan perhatian anak muda Indonesia terhadap isu ketahanan pangan nasional dimana buku ini membahas mengenai tantangan pertanian Indonesia di masa yang akan datang.

Dalam buku ini, disebutkan bahwa ketahanan pangan tidak mungkin dapat dicapai secara instan. Dibutuhkan kesadaran bangsa Indonesa akan pentingnnya ketahanan pangan. Hal ini meliputi bagaimana menyusun perencanaan strategis jangka panjang dan menengah, regenerasi dan kesejahteraan petani, lahan pertanian yang ideal, akses terbuka bagi semua teknologi yang menjamin produktivitas, serta transportasi dan pasar yang dapat menampung hasil pertanian.

“Gagasan anak muda mengenai sektor petanian ini sangat penting untuk diketahui oleh generasi muda lainnya, karena kedepan merekalah yang akan memimpin dan mewujudkan mimpi-mimpi negara ini,” ucap Nugroho.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement