Ahad 09 Jul 2017 20:08 WIB

Industri TPT Ditargetkan Tumbuh Positif

Pertumbuhan Tekstil dan Produk Tekstil: Karyawan merapikan kain lokal yang dijual di salah satu tokoh di Pasar Mayestik, Jakarta, Kamis (29/1).(Republika/ Yasin Habibi)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Pertumbuhan Tekstil dan Produk Tekstil: Karyawan merapikan kain lokal yang dijual di salah satu tokoh di Pasar Mayestik, Jakarta, Kamis (29/1).(Republika/ Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian menargetkan industri tekstil dan produk tekstil tumbuh positif hingga 1,6-1,7 persen pada 2017. Angka ini naik dibanding tahun 2016 yang mencapai 1,2 persen.

"Untuk itu, insentif yang diperlukan guna mendorong kinerja industri TPT antara lain penurunan tarif energi listrik dan gas," kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono melalui siaran pers di Jakarta, Ahad (9/7). Selain itu, ujar dia, dibutuhkan perlindungan pasar dalam negeri dari impor ilegal serta kemudahan akses penjualan ke dalam negeri serta insentif ekspor.

Kemenperin mencatat, industri TPT mampu menyumbang devisa negara sebesar 11,87 miliar dollar AS atau 8,2 persen dari total ekspor nasional pada tahun 2016. Sementara itu, nilai ekspor sektor ini pada periode Januari-Mei 2017 sekitar 5,11 juta dolar AS atau naik 3,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebeiumnya.

Industri TPT dinilai dapat menjadi jaring pengaman sosial dengan menyerap tenaga kerja. Pada Januari-Mei 2017, terserap sebanyak 2,69 juta tenaga kerja di sektor TPT atau 17,03 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur. Pada tahun 2016, nilai investasi industri TPT mencapai Rp 7,54 triliun.

"Selama tiga tahun terakhir, industri TPT nasional mengalami kontraksi dalam pertumbuhannya. Hal ini didorong oleh investasi baru maupun perluasan pabrik," ungkap Sigit.

Nilai investasi industri TPT sampai kuartal I tahun 2017 untuk penanaman modal asing, mencapai 174,51 ribu dolar AS atau naik 17,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 147,92 ribu dolar AS.

Lebih lanjut, Sigit menyampaikan, produk domestik bruto (PDB) atas harga dasar berlaku untuk Industri TPT sampai dengan kuartal I tahun 2017 mencapai Rp 35,98 triliun atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 35,60 triliun.

"Pertumbuhan industri TPT pada kuartal I-2017 juga mengalami kenaikan sekitar 0,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016," tuturnya.

Menurut Sigit, tren kenaikan pertumbuhan produksi yang dialami industri tekstil dan pakaian jadi tersebut, dikontribusikan dari sektor skala mikro dan kecil dengan masing-masing menyumbang sekitar 7,96 persen dan 5,40 persen.

"Hal ini menunjukkan industri skala mikro, kecil dan menengah menjadi pemasok utama untuk pasar dalam negeri," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement