Jumat 16 Jun 2017 14:17 WIB

Menteri Susi Ingin Konsumsi Ikan Melonjak

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti
Foto: VOA
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan tingkat konsumsi ikan di Indonesia dapat melonjak lebih pesat lagi.

"Target pemerintah pada tahun ini adalah konsumsi ikan 46 kilogram per kapita, sedangkan pada akhir 2019 diharapkan bisa mencapai 50 kilogram per kapita," katanya di Jakarta, Jumat (16/6).

Menurut Susi, kenaikan tingkat konsumsi ikan selama beberapa tahun terakhir ini merupakan hal yang luar biasa karena jumlah impor ikan sangat menurun sedangkan ekspor meningkat sedikit. Berdasarkan data dari KKP, tingkat konsumsi tertinggi perikanan terdapat di wilayah Maluku, sedangkan tingkat konsumsi yang terendah berada di kawasan pulau Jawa.

Sebelumnya, Menteri Susi juga menyoroti masih rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia sehingga pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus giat berkampanye untuk itu. "Kalau dilihat dari statistik dibandingkan dengan negara-negara lain, Jepang misalnya sekarang sudah makan 86 kg per kapita/tahun. Indonesia baru pertama kali menginjak di atas 40 kg per kapita tahun 2016, sebelumnya tahun 2014 konsumsi di Indonesia hanya 36 kg per kapita, tahun 2015 naik menjadi 41 kg per kapita," kata Susi.

Menurutnya, kenaikan tersebut sudah luar biasa tetapi tetap harus ditingkatkan mengingat saat ini stok ikan di Indonesia telah mengalami peningkatan. Menteri Susi menyatakan bahwa perang terhadap penangkapan ikan secara ilegal selama ini telah memberikan 7 kilogram tambahan konsumsi ikan dalam jangka waktu dua tahun ini kepada masyarakat.

"Kalau dihitung kenaikan 7 kg dikali dengan 250 juta penduduk Indonesia itu adalah 1.750 ton ikan telah dikonsumsi oleh bangsa Indonesia. Kalau dinilai Rp10 ribu per kg, itu bernilai Rp175 triliun, dan itu nilai ekonomi yang luar biasa yang telah kita nikmati," jelasnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih menggemari ikan agar dapat tumbuh sehat dan cerdas, apalagi mengingat sejumlah kondisi seperti diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN sehingga persaingan antarnegara juga lebih kencang dan semakin terbuka.

Menteri Susi mengingatkan, anak-anak Indonesia usia umur 1-10 tahun harus mendapat asupan protein yang cukup demi pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasannya, yang dapat dipenuhi kebutuhan asupan protein tersebut dengan menyantap ikan.

Selain menyehatkan masyarakat, menurut dia, gemar mengonsumsi ikan juga akan menghemat belanja negara dengan beralih dari konsumsi daging impor kepada ikan yang banyak tersedia di lautan Indonesia, mengingat ikan lebih murah daripada daging.

"Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan ini juga akan mendatangkan manfaat bagi pelaku usaha perikanan. Ikan Indonesia dapat diekspor dan menyumbang pada peningkatan devisa negara," ucapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement