Senin 12 Jun 2017 20:11 WIB

Pengerjaan Tol Trans-Sumatra Dikebut untuk Pemudik

Foto udara proyek pembangunan jalan tol Sumatra ruas Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi I di Kecamatan Pemulutan, Kab Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Selasa (17/1).
Foto: Antara/Nova Wahyudi
Foto udara proyek pembangunan jalan tol Sumatra ruas Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi I di Kecamatan Pemulutan, Kab Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Selasa (17/1).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Pengerjaan Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) terus dikebut agar bisa dilalui arus mudik dan balik Lebaran 2017.

"Tahun ini, pemudik di wilayah Sumatra bisa menjajal sebagian ruas tol Trans Sumatera. JTTS yang bisa dilalui pemudik secara fungsional alias belum dikenakan biaya," kata Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya Rizal Sutjipto, di Bandarlampung, Senin (12/6).

Ia menyebutkan, berdasarkan data dari Hutama Karya, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar paket dua jalur fungsional mencapai perkembangan total 97,52 persen. Paket dua segmen Desa Lematang hingga Kotabaru sepanjang 5 km bisa dilalui pemudik secara fungsional sepuluh hari sebelum Lebaran (H-10).

Sementara, lanjutnya, untuk ruas Palembang--Indralaya seksi satu jalur fungsional mencapai progres total mencapai 88,79 persen. Seksi satu yang menyambungkan Palembang dan Pamulutan bisa dilalui secara fungsional sepanjang 7 km.

Ruas Medan-Binjai seksi dua dan tiga yang menyambungkan Helvetia hingga Binjai sepanjang 10 km bisa dilalui fungsional untuk mudik dengan rincian akses Helvetia--Semayang sepanjang 6 km dan akses Semayang--Binjai sepanjang 4 km.

Rizal menjelaskan, jalur fungsional seksi dua telah mencapai progres 95,58 persen dan seksi tiga telah mencapai 99,36 persen.

"Jalur-jalur tersebut di atas sudah dapat dilalui oleh masyarakat pada arus mudik dan balik lebaran dan belum dikenakan tarif," jelasnya.

Ia menambahkan ruas jalan tol tersebut dibuka pada sepuluh hari sebelum dan sepuluh hari setelah lebaran (H-10 dan H+10). Jalur tol tersebut masih bersifat fungsional.

Fasilitas seperti marka atau petunjuk, penerangan, pengamanan masih terbatas. Namun demikian PT Hutama Karya telah menyiapkan kendaraan operasional, rescue, derek, ambulans, dan patroli jalan raya untuk menjaga keamanan serta kelancaran para pemudik dalam berkendara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement