Rabu 26 Apr 2017 09:48 WIB

Industri Keuangan Syariah Global Tumbuh Satu Digit

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Keuangan Syariah (Illustrasi)
Keuangan Syariah (Illustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Menurut data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2017, industri keuangan syariah global mencatat pertumbuhan sebesar 7 persen pada 2016, atau senilai 2,293 triliun dolar AS. Data ini menunjukkan bahwa industri keuangan syariah global telah mencatatkan pertumbuhan satu digit dalam tiga tahun berturut-turut.

Tak hanya itu, selama empat tahun berturut-turut tingkat pertumbuhan industri keuangan syariah global mengalami penurunan. Chairman of Edbiz Consulting and Managing Editor Humayon Dar mengatakan, melambatnya pertumbuhan industri keuangan syariah global disebabkan oleh sejumlah faktor termasuk konflik politik yang terjadi di beberapa negara Islam, khususnya Timur Tengah. 

Anjloknya harga minyak juga berpengaruh terhadap penurunan pertumbuhan industri keuangan syariah global, terutama di negara-negara Gulf Corporation Council (GCC). "Turunnya antusiasme lembaga keuangan barat terhadap perbankan dan keuangan syariah menyebabkan pasar-pasar utama seperti GCC dan Malaysia mengalami pelemahan," ujar Humayon dilansir Zawya, Rabu (26/4).

Buku tahunan tertua di industri keuangan dan perbankan syariah global, GIFR 2017 telah diluncurkan di Fairmont The Palm, Dubai. Peluncuran tersebut mengusung tema Kepemimpinan dalam Perbankan dan Keuangan Islam. 

Dalam diskusi panelis yang melibatkan Deputi CEWO FWU Group Sohail Jaffer, Managing Director Silverlake Malaysia Othman Abdullah, dan CEO Islamic Reporting Initiative (IRI) Daan Elffers menyimpulkan, perbankan dan keuangan syariah dapat menjadi pemimpin global apabila perspektif ekonomi islam secara lebih luas dibuat relevan dengan industri. Dalam hal ini, Sohail Jaffer mengapresiasi pemerintah Uni Emirate Arab yang telah menjadikan Dubai sebagai pusat keunggulan bagi ekonomi islam global. 

GIFR 2017 mengidentifikasi negara-negra yang paling berpengaruh dalam perbankan dan keuangan syariah. Termasuk didalamnya produk keuangan syariah yang dinilai paling sukses. Selain itu, GIFR 2017 juga melaporkan peringkat 50 negara di dunia yang berperan dalam mengembangkan industri keuangan dan perbankan syariah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement