Jumat 21 Apr 2017 20:45 WIB

Industri Otomotif Diprediksi Tumbuh Positif pada 2017

Rep: Halimatus Sadiyah/ Red: Yudha Manggala P Putra
Sejumlah pekerja melakukan pengecekan tahap akhir mobil The All New Vios & Limo produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Pabrik Krawang 2, Kawasan Industri Karawang Internasional City, Jawa Barat, Rabu (18/12).
Sejumlah pekerja melakukan pengecekan tahap akhir mobil The All New Vios & Limo produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Pabrik Krawang 2, Kawasan Industri Karawang Internasional City, Jawa Barat, Rabu (18/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi Fauzi Ichsan memprediksi industri otomotif dalam negeri akan tumbuh positif pada 2017. Fauzi mengatakan, satu indikasi kuat yang mendasari prediksinya itu yakni stabilnya kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS.

"Secara umum kita melihatnya dari kurs, stabil atau tidak, karena itu akan sangat memengaruhi biaya komponen," ujarnya usai menjadi pembicara dalam bincang inspiratif bertema Menggali Makna 60 Tahun Astra di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (21/4).

Fauzi, yang juga menjabat sebagai Kepala Eksekutif Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memprediksi kurs rupiah relatif akan stabil. Dengan stabilnya nilai rupiah dan didukung dengan pertumbuhan​ ekonomi yang sedikit demi sedikit mulai menanjak, maka otomatis prospek bisnis akan bagus. "Indikasinya harga IHSG di triwulan pertama ini naik," kata Fauzi.

Sebelumnya, Astra Internasional Tbk merilis data penjualan mobil pada Maret 2017 yang mencapai 101.484 unit. Jumlah itu lebih tinggi dibanding penjualan Februari 2017 sebanyak 94.859 unit.

Sepanjang tiga bulan pertama di tahun 2017, penjualan mobil Astra telah mencapai 282.596 unit. Adapun Toyota masih merajai klasemen penjualan mobil dengan pencapaian 107.180 unit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement