Sabtu 08 Apr 2017 15:54 WIB

Al Azhar dan Bank Indonesia Hadirkan Program Nasional E-eksis

Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam (YPI) Muhammad Suhadi memukul gong tanda diresmikannya peluncuran E-eksis.
Foto: Dok YPI Al Azhar
Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam (YPI) Muhammad Suhadi memukul gong tanda diresmikannya peluncuran E-eksis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dengan semangat mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah secara lebih luas, YPI Al Azhar bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS)  Bank Indonesia meluncurkan sebuah program sinergi yang bertajuk E-eksis (Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Untuk Indonesia Sejahtera).

Program yang diluncurkan di Auditorium Arifin Panigoro, gedung Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Kamis (6/4) itu  bertujuan untuk membangun pondasi pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang ekonomi dan keuangan sesuai prinsip/ kaidah syariah. Caranya adalah  dengan mengedukasi, kaderisasi dan memberikan inklusi ekonomi serta keuangan syariah kepada seluruh masyarakat melalui komunitas Al Azhar se-Indonesia.

“Al Azhar senantiasa mendukung kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Melalui program ini Al Azhar secara komprehensif akan mempergunakan seluruh komunitas, aset dan jejaring Al Azhar yang tersebar di puluhan provinsi melalui ratusan sekolah serta masjid Al Azhar guna mendukung sosialisasi, edukasi dan literasi program E-eksis ini secara terarah dan berkesinambungan,” ujar Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam (YPI)  Al Azhar H. Muhammad Suhadi.

 

Suhadi menambahkan, hal tersebut dilakukan melalui jalur kurikulum sekolah dan universitas, konten ceramah di mimbar masjid, konten kursus serta pengajian rutin Al Azhar, materi pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik, dan juga sebagai konten peningkatan kapasitas keilmuan komunitas pemuda masjid Al Azhar.  

Program nasional yang dalam pelaksanaannya juga akan melibatkan Lembaga Zakat Nasional (Laznas)  Al Azhar sebagai mitra akselerasi dana kebajikan dan program community empowerment ini juga akan menginisiasi penyediaan AACLS (Al Azhar Centre of Literacy Syariah). “AACLS ini  sebagai pusat informasi serta kegiatan ekonomi dan keuangan syariah bagi komunitas-komunitas baik yang berasal dari dalam maupun luar Al Azhar,” tutur Suhadi.

Suhadi juga menyebutkan, AACLS direncanakan akan dikembangkan bersama dengan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) yang juga telah banyak menghasilkan para sarjana dan praktisi yang aktif berkiprah di industri syariah. “Mantan Direktur BNI Syariah Imam Teguh Saptono didaulat menjadi duta E-eksis berkat kiprah luar biasanya dalam memajukan dunia perekonomian syariah beberapa tahun terakhir,” kata Suhadi.

Acara pencanangan program nasional ini juga diikuti dengan rangkaian kegiatan Al Azhar Expo 65 yang pertama dalam rangka Milad YPI Al Azhar ke-65 yakni Executive Lecture dengan tema “Konsepsi Ekonomi Islam dan Perkembangannya di Indonesia”. Acara tersebut  menampilkan para pembicara handal dalam dunia perekonomian syariah. Mereka adalah  Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar  Sigit Iko Sugondo, praktisi ekonomi syariah  Adiwarman Karim dan Asisten Direktur DEKS BI  Rifki Ismal.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement