Rabu 05 Apr 2017 09:20 WIB

Warga Karimunjawa Keluhkan Minimnya Pasokan BBM

Rep: Bowo Priadi/ Red: Dwi Murdaningsih
Antrean warga untuk mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar umum (SPBU), Jakarta, Rabu (18/1).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Antrean warga untuk mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar umum (SPBU), Jakarta, Rabu (18/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JEPARA -- Warga Karimunjawa, Kabupaten Jepara mengeluhkan terjadinya keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah mereka. Hal ini sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Pasokan BBM dan bahan bakar khusus (BBK) terhambat akibat terbakarnya kapal pengangkut BBM dan BBK ke Karimunjawa, di Pelabuhan Jepara, pekan kemarin.

Trisno (34), salah seorang warga Desa Karimunjawa mengakui, saat ini BBM kosong di satu- satunya SPBU yang ada di pulau Karimunjawa. Pun demikian di sejumlah kios maupun toko yang sebelumnya jamak menjual BBM eceran.

Di sejumlah kios bahkan mulai membatasi pembelian BBM, maksimal hanya dua liter. “Warga yang sudah membeli bensin (red; premium), bahkan sudah tidak diperbolehkan membeli kembali pada hari yang sama,” ujarnya, di Karimunjawa, Rabu (5/4).

Perihal penyebab terlambatnya pasokan BBM dan BBK ini diamini oleh Kahar (45), warga Karimunjawa lainnya. Sejak peristiwa tersebut hingga hari ini belum ada pasokan BBM dan BBK ke Karimunjawa.

Sehingga, lanjutnya, konsumsi BBM dan BBK di kawasan ini terganggu. Padahal warga sangat berharap SPBU yang ada di Karimunjawa bisa menjadi solusi bagi kebutuhan BBM dan BBK ini.

Namum kenyataannya pasokan BBM dan BBK ke SPBU ini juga terlambat. Di tengah situasi seperti ini, sejumlah kios maupun toko penjual eceran mulai membatasi pembelian BBM dan BBK karena persediaan yang kian terbatas.

Sebagian warga bahkan mengeluhkan sejumlah kios maupun toko pengecer yang memanfaatkan kondisi ini dengan membatasi pembelian. Padahal ini dilakukan guna memenuhi permintaan warga dari luar pulau Karimunjawa.

Saat hal ini dikonfirmasikan, Manager Communication and Relation Jawa Bagian Tengah, Andar Titi Lestari mengakui, saat ini Pertamina masih kesulitasn untuk mendapatkan kapal pengangkut BBM yang memenuhi standar keamanan.

Menurutnya, kejadian di meledaknya kapal pengangkut BBM dan BBK ke Karimunjawa di pelabuhan Jepara membuat Pertamina harus sangat berhati- hati dengan kapal pengangkut BBM dan BBK.

Makanya, hingga saat ini masih diusahakan kapal pengangkut yang memenuhi standar keamanan untuk mengangkut BBM. Untuk itu masyarakat diminta bersabar mengingat persoalan keamanan ini harus dipastikan oleh Pertamina agar peristiwa yang sama tak terulang.

Kalau kapal yang dimaksud sudah dipastikan ada, maka BBM dan BBK untuk Karimunjawa segera dikirim. “Kemarin sudah mau dilakukan percepatan, ternyata kapalnya tidak memenuhi standar, makanya jadi tertunda,” katanya.

Dalam satu atau dua hari pengiriman BBM dan BBK sudah bisa dilakukan untuk menjawab keresahan warga Karimunjawa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement