Senin 03 Apr 2017 11:53 WIB

Kemenhub Tingkatkan Kapasitas Angkutan Subsidi Mudik Lebaran

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan akan meningkatkan kapasitas angkutan bersubsidi. Terlebih untuk menghadapi mudik libur Idul Fitri 1438 Hijriah atau Lebaran pada Juni 2017.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, menghadapi momentum Lebaran tahun ini, pemerintah bertekad untuk meningkatkan pelayanan publik. "Yang paling penting kami akan meningkatkan kapasitas angkutan bersubsidi baik untuk penumpang maupun motor. Kalau sekarang kami akan intensifkan kereta api, bus, dan kapal-kapal roro (roll on roll off)," katanya seusai rapat koordinasi di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (3/4).

Budi mengatakan pihaknya akan membuat rute baru kapal roro untuk tujuan Jawa Tengah dan Lampung dari Jakarta. Selain untuk mengurangi kemacetan, rute baru itu diharapkan dapat menekan angka kemungkinan kecelakaan dalam momentum sakral mudik.

"Kapal kami akan buat Jakarta-Semarang dan Jakarta-Panjang (Bandar Lampung)," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah juga akan meningkatkan program mudik gratis bagi penumpang dan motor. Program tersebut akan melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena juga terkait dengan program tanggung jawab sosial perusahaan BUMN. "Pekan depan kami akan khusus bahas soal mudik gratis dan mudik untuk motor," kata dia.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu menambahkan pihaknya beserta pemangku kepentingan terkait akan secara total melakukan persiapan. Hal itu sesuai arahan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang ingin agar masyarakat mendapatkan pelayanan signifikan saat momentum mudik Lebaran.

Budi juga mengaku telah mengidentifikasi titik-titik kemacetan yang mungkin mengalami masalah dalam arus mudik dan balik nanti seperti ruas tol, bandara, pelabuhan hingga stasiun kereta. "Kami mengidentifikasi di beberapa titik yang ada kemacetan, masalah atau sesuatu yang mesti ditangani secara serius, seperti di Brexit, Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak dan Stasiun Senen," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement