Kamis 23 Mar 2017 17:58 WIB

Bandara Ngurah Rai Hanya Layani Emergency Landing Saat Nyepi

Rep: Ahmad Baraas/ Red: Bilal Ramadhan
Suasana Nyepi di Bali
Foto: antara
Suasana Nyepi di Bali

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR – Memasuki Hari Raya Nyepi bagi ummat Hindu 28 Maret mendatang, Bandara Ngurah Rai akan tutup selama 24 jam. Communication and Legal Section Head PT AP I, Arie Ahsanurrohim, mengemukakan hal itu, Kamis (23/3).

“Selama penutupan kami hanya melayani emergency landing,” kata Arie di Tuban, Kabupaten Badung Bali.

Dalam keterangan persnya Arie mengatakan, penutupan bandara dilakukan untuk kedatangan maupun keberangkatan. Penghentian aktivitas bandara dimulai pada 28 Maret pukul 06.00 WITA dan akan beroperasi kembali keesokan harinya, yakni Kamis 29 Maret pada 06.01 WITA.

Penutupan Bandara Ngurah Rai kata Arie, sesuai dengan NOTAMN nomor A3800/16, yang diterbitkan 17 Desember 2017. Selama penutupan itu terdapat 324 penerbangan reguler yang tidak beroperasi, yakni 193 penerbangan domestik dan 131 internasional.

“Sesuai jadwal, setelah bandara dibuka kembali, pesawat pertama yang akan tiba di Bali adalah GIA859 dari Pudong Cina dan pukul 08.10 wita dan NAM Air IN 274 dari Yogyakarta pada pukul 08.20 WITA,” kata Arie.

Sementara itu Air Asia dengan nomor penerbangan QZ548 tujuan Perth direncanakan sebagai penerbangan pertama bertolak dari Bandara Ngurah Rai setelah bandara dibuka kembali. Sedangkan untuk jalur dimestik adalah Garuda Indonesia GA339 tujuan Surabaya.

Sementara itu dalam jumpa pers dikemukakan juga rencana penerapan tarif parkir baru du Bandara Ngurah Rai. Kenaikan itu kata Advertise & Landside services ass. Manager, Annang Setiabudi, dilakukan menyusul peningkatan fasilitas atau sarana parkir bandara.

“Kami sudah sejak 2013 membangun sarana parkir, untuk motor maupun mobil. Baru awal April ini akan menaikkan tarif parkirnya,” kata Annang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement