Kamis 02 Mar 2017 17:12 WIB

Perdagangan Indonesia dan Arab Saudi Kini tanpa Perantara

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nur Aini
Menteri Perdagangan, Enggar Lukita, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani menandatangani nota kesepahaman antara Kadin Indonesia dengan Kadin Saudi Arabia, Kamis (2/3) di Hotel Grand Hyatt Jakarta.
Foto: Intan Pratiwi
Menteri Perdagangan, Enggar Lukita, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani menandatangani nota kesepahaman antara Kadin Indonesia dengan Kadin Saudi Arabia, Kamis (2/3) di Hotel Grand Hyatt Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pemerintah Indonesia dan Kamar Dagang Saudi Arabia mengakui bahwa selama ini keduanya luput untuk bisa mengembangkan dan memajukan peluang bisnis antardua negara tersebut. Menteri Perdagangan, Enggar Lukita mengatakan antara Indonesia dan Saudi Arabia akan meningkatkan kerja sama bisnis ke depan.

Enggar mengatakan selama ini antara Indonesia dan Arab hanya menjalankan proses ekspor impor yang sudah berjalan, khususnya dalam sektor Migas. Namun, Enggar mengatakan masih banyak peluang dan sumberdaya yang bisa digali dari kedua belah negara untuk mengembangkan bisnis.

"Kita sudah sepakat melalui MoU ini bahwa ke depan kita akan mengembangkan bisnis antar kedua belah pihak. Dengan MoU ini juga membuat kita bisa saling bekerja sama tanpa harus melalui perantara," ujar Enggar usai menghadiri kesepakatan antara Kadin dengan Kamar Dagang Saudi Arab di Grand Hyatt, Kamis (2/3).

Enggar mengatakan ke depan jenis barang manufactur dan CPO akan menjadi dua proyek yang akan difokuskan dalam kerja sama perdagangan kedua negara. Hal ini diakui Enggar menjadi salah satu peluang agar neraca perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi bisa membaik. "Kita sadar masih banyak komoditas lain yang masih bisa kita kembangkan," ujar Enggar.

Selain itu, Enggar mengatakan, dalam jangka pendek, antara Indonesia dengan Arab akan melakukan studi bersama atau kerja sama penelitian dan kajian untuk mengeksplor peluang apa saja yang bisa dikembangkan antara dua negara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement