Jumat 24 Feb 2017 14:40 WIB

Dominasi Otomotif di Bisnis Astra Semakin Berkurang

Red: Nur Aini
Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk Prijono Sugiarto (kanan)
Foto: Muhammad Adimaja/Antara
Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk Prijono Sugiarto (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Selama 10 sampai 15 tahun terakhir, ada beberapa perubahan bisnis yang terjadi pada PT Astra Internasional Tbk. Salah satunya berkurangnya kontribusi otomotif pada pertumbuhan bisnis Astra.

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, pada 2001 sampai 2002 kontribusi bisnis otomotif masih mendominasi sekitar 80 hingga 90 persen. Namun pada kuartal III 2016, kontribusi otomotif tanpa jasa keuangan hanya sekitar 52 persen.

"Ini perubahan mendasar bisnis di Astra," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (24/2). Meski begitu ia menegaskan, Astra tak akan pernah meninggalkan bisnis otomotif.

Ia menambahkan, perubahan juga terjadi pada para pemimpin eksekutif anak perusahaan yang usianya muda-muda. Saat ini Astra memiliki 404 eksekutif yang bergerak untuk memimpin anak perusahaan. "Mereka muda-muda, bagus karena suatu hari kami akan pensiun dan akan digantikan oleh yang lebih muda dan tentunya lebih baik," kata Prijono.

Perubahan bisnis berikutnya, adalah perusahaan memasukan yayasan ke dalam bisnis sebagai penanggungjawab sosial. Sekarang ada sembilan yayasan yang berkontribusi ke berbagai komunitas.

Ke depan, tidak menutup kemungkinan bagi Astra untuk menambah lini bisnis, tetapi saat ini perusahaan yang berdiri pada 1957 ini masih akan fokus menjalankan tujuh lini bisnisnya. "Kami ingin konsolidasi ke dalam dulu untuk jadi tumpuan masa depan kami. Sekarang belum ada lini bisnis baru yang bisa kami umumkan," ujar Prijono.

Ia menyebutkan, pada Desember tahun lalu ada sedikit ketidaknormalan dari sisi kontribusi bisnis. Pada umumnya kontribusi bisnis otomotif terhadap pertumbuhan perusahaan sebanyak 50 persen, jasa keuangan 15 persen, kemudian alat berat 15 persen, agribisnis 10 persen, dan sisanya merupakan kontribusi dari beberapa lini bisnis sisanya.

sumber : Iit Septyaningsih
Berita Lainnya

Rekomendasi