Selasa 14 Feb 2017 07:43 WIB

Sukuk Semakin Diminati Investor Negara Barat

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
Penjualan sukuk (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Penjualan sukuk (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Global Head of Islamic Finance Standard & Poor's Global Ratings Mohamed Damak mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir kontribusi investor negara-negara barat di pasar sukuk relatif tinggi yakni sekitar 27 persen dari investasi global. Keterlibatan ini didorong oleh kepastian imbal hasil yang menjanjikan, ketimbang kepatuhan terhadap prinsip syariah.

"Kami percaya bahwa keterlibatan investor barat di pasar sukuk dapat ditingkatkan melalui pendidikan instrumen sukuk dan risiko yang terlibat," ujar Damak dilansir Zawya, Selasa (14/2). Investor di negara maju diharapkan dapat terus berinvestasi di sukuk sampai ada pergeseran likuiditas di pasar ini. 

Damak memperkirakan bahwa, peningkatan investor barat di pasar sukuk disebabkan oleh rendahnya suku bunga di beberapa negara Eropa. Sebaliknya, kontribusi investor di Amerika Serikat turun selama tiga tahun terakhir akibat kenaikan suku bunga The Fed. Para ekonom memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga antara dua sampai tiga kali pada 2017 ini.

Menurut Damak, hal tersebut menunjukkan keterlibatan investor Amerika Serikat bakal lebih rendah ke depan.  "Kunci untuk memperluas pasar sukuk di negara barat terletak pada pendidikan dan standardisasi, maupun pembentukan program penerbitan yang besar," kata Damak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement