Kamis 19 Jan 2017 02:35 WIB

Pemerintah Serahkan Blok ONWJ ke Pertamina dengan Skema Gross Split

Foto suasana aktivitas di anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE).
Foto: Antara/Zabur Karuru
Foto suasana aktivitas di anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE).

REPUBLIKA.CO.ID,Pemerintah Serahkan Hak Kelola  Blok ONWJ Ke Pertamina Dengan Skema Gross Split

JAKARTA -- Pemerintah resmi menyerahkan hak pengelolaan Blok Offshore North West Java (ONWJ) kepada Pertamina.  Selanjutnya Pertamina menyerahkan blok ini kepada anak usahanya, Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku operator.

Menteri  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan ONWJ merupakan blok pertama di Indonesia yang memakai skema gross split. "Ini pertama kali digunakan. Karena ini bukan kontrak perpanjangan makanya pake gross split," kata Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (18/1).

Ia menjelaskan pembagian split dalam kontrak blok ONWJ di mana kontraktor akan mendapatkan bagi hasil lebih besar dari negara. Bagi hasil base dan variabel split minyak sebesar 42,5 persen untuk pemerintah. Sementara sisanya  57,5 persen milik kontraktor. "Kalau gas pemerintah mendapatkan 37,5 persen dan sebanyak 62,5 persen kontraktor," tutur Jonan menambahkan.

Ia menerangkan alasan kontraktor mendapatkan bagian lebih besar karena adanya beberapa insentif.  Selain lokasinya di lepas pantai (offshore), gas hasil Blok ONWJ diketahui juga memiliki kandungan CO2.  Kemudian ada komitmen menggunakan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Biaya pengelolaan dan produksi seluruhnya juga akan menjadi tanggungan kontraktor. "Jadi tidak bebani APBN,"  tutur Jonan memperjelas.

Bonus penandatanganan ini sebesar 5 juta dolar AS. Pada tiga tahun pertama PHE ONWJ berkomitmen  menganggarkan dana investasi sebesar 82,3 juta dolar AS. Sementara untuk investasi selama masa kontrak sekitar 8,5 miliar dolar AS , dan total penerimaan kotor 14,8 miliar dolar AS. Penerimaan negara selama masa kontrak WK ini ditargetkan mencapai 5,7 miliar dolar AS selama 20 tahun.

Wakil Menteri ESDM,  Arcandra Tahar optimistis penunjukkan Pertamina sebagai pengelola ONWJ  bisa meningkatkan kompetensi National Oil Company (NOC). "Kita ingin perkuat NOC. NOC negara lain kontribusi terhadap produksi di atas 90 persen. Malaysia, NOC-nya Petronas di atas 55 persen, sementara saat ini Pertamina hanya sekitar 24 persen," ujar Arcandra menerangkan.

Wilayah operasi PHE ONWJ mencakup area sekitar 8.300 kilometer persegi di Laut Jawa yang terletak di utara Kepulauan Seribu sampai perairan utara Cirebon. Fasilitas yang dioperasikan di blok ini lebih dari 200 struktur platform, 404 jaringan pipa bawah laut sepanjang 1.900 kilometer.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement