Ahad 25 Dec 2016 09:05 WIB

Murah, Maskapai Cina Jadi Andalan Warga India

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Teguh Firmansyah
China Spring Airlines
Foto: afp
China Spring Airlines

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Maskapai Cina daratan memanfaatkan dengan baik pasar di India. Operator Cina berani menawarkan tarif termurah pada rute wista sibuk antara India, Timur Jauh, Australia, Selandia Baru hingga ke Pantai Barat Amerika Utara.

Indiver Rastogi, Presiden Global Business Travel di Thomas Cook (India) Limited mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir telah melihat terjadinya peningkatan secara bertahap  operator Cina yang beroperasi di India. Maskapai tersebut menawarkan kombinasi tarif dan pengalaman berkualitas tinggi yang telah menarik wisatawan India.

"Maskapai penerbangan juga populer dengan perusahaan wisatawan yang memiliki kepentingan bisnis di Cina atau ingin transit ke negara itu untuk terbang ke Amerika Serikat," ujar dia dilansir Times of India, Ahad (25/12).

Perbedaan tarif bervariasi antara 20 ribu untuk tujuan jarak jauh seperti Amerika Serikat dan Kanada dibanding dengan operator lain seperti Singapore Airlines (SIA), Thai Airways dan Malaysia Airlines. "Harga kompetisi diferensial untuk Cina dan Jepang adalah 15 ribu-20 ribu rupee," katanya. Jumlah itu sekitar Rp 3 juta-4 juta.

Berdasarkan perjanjian bilateral saat ini, penerbangan dari kedua negara dapat beroperasi 10 ribu kursi per pekan dengan 42 frekuensi. Sementara operator Cina memanfaatkan ini sepenuhnya, India hanya menggunakan 1.280 kursi di lima penerbangan Air India yang beroperasi setiap pekan ke Shanghai.

"Tidak ada maskapai India lain yang terbang ke Cina," lanjut dia.

Kepala biro perjalanan Cox & Kings John Nair sepakat bahwa operator penerbangan murah Cina menimbulkan tantangan besar bagi penerbangan global. Sebab, tarif yang diberika cukup rendah dibandingkan dengan maskapai India, maskapai asing lainnya melalui Singapura, Thailand, Hong Kong atau Malaysia.

"Mereka bersaing di tarif 20-30 persen lebih rendah dari operator lain yang beroperasi di sektor ini," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement